Senin, 25 Juni 2018

NLP FOR BETTER LIFE, UNTUK GENERASI MILENIAL


Bagi para praktisi training pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah NLP, akan tetapi bagi para generasi milenial belum tentu mengetahui apa itu NLP.  Padahal ilmu NLP sendiri sudah ada sejak lama, berpuluh-puluh tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1970-an. Sejarah NLP sendiri bermula dari seorang ahli linguistik sekaligus pakar psikologi Dr. John Grinder yang bertemu dengan seorang pakar ilmu komputer Dr. Richard Bandler. Keduanya bertemu di Universitas California pada tahun 1970-an. Grinder dan Bandler tertarik untuk meneliti dan menemukan rahasia apa yang membuat seseorang bisa menjadi excellent.

Baca Juga Artikel Psikologi lainnya : KLIK DI SINI

Ada banyak  definisi mengenai NLP. John Grinder mengartikan NLP sebagai sebuah strategi belajar yang dipercepat. Sementara Richard Bandler, mengartikan sebagai sebuah sikap mental dan metodologi. Metodologi dalam NLP berfungsi untuk menjalankan teknik yang cepat dan tepat atau sering dibahasakan dengan kata efektif. Berbeda lagi dengan Robert Dilts, seorang terapis yang sangat produktif, NLP di artikan sebagai apapun yang bisa menghadirkan kesuksesan. Definisi terakhir tentunya sangat menggiurkan, khususnya bagi para generasi milenial yang jumlah populasinya paling besar di Indonesia.

Sumber : futuready.com
Banyak diantara generasi milenial sekarang yang berlomba-lomba untuk sukses semuda mungkin, menjadi pengusaha, membangun startup, dan sebagainya. Dan uniknya NLP tidak hanya berkutat di bidang bisnis saja, akan tetapi lebih luas. Setidaknya ada 3 bidang lain yang dapat ditingkatkan kualitasnya oleh generasi milenial dengan belajar NLP :

1. Kesehatan

Dalam NLP ada pembahasan yang dapat di aplikasikan untuk meningkatkan kualitas kesehatan manusia.  Karena prinsipnya : mind, soul and body are one system. Cara kerja tubuh dan pikiran merupakan sebuah satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan. Apa yang dirasakan oleh pikiran,  akan mempengaruhi kondisi tubuh, begitu juga sebaliknya.

Ternyata Begini Penjelasan Kesurupan versi Psikologi : BACA DI SINI

Yang mengejutkan adalah  banyak penelitian dalam dunia kesehatan di tahun-tahun terakhir ini menjelaskan bahwa penawar segala macam penyakit adalah jalan pikiran si pemilik sakit tersebut. NLP mengajarkan untuk merawat pikiran agar selalu positif dan selaras dengan menggunakan metode reframing. Sakit hati, kondisi yang menekan, stressor atau apapun itu yang dapat membuat  pikiran kita menjadi negatif dapat kita reframing agar pikiran kita lebih luas dan luwes menerima keadaan

2. Keluarga

Menggunakan NLP dalam kehidupan sehari-hari sangatlah menguntungkan, tidak terkecuali dalam kehidupan berkeluarga. Dengan menerapkan teknik-teknik NLP, kita akan mampu menghindari pertengkaran dan percekcokan di dalam keluarga yang seringkali menjadi tonggak akar permasalahan besar.

Sumber : ciptadent.co.id
Salah satu tekniknya bernama “Perceptual Position” ; mengajarkan seseorang untuk bisa memposisikan dirinya menjadi orang lain,  berpikir dan berperasaan seperti orang lain sehingga seseorang tersebut bisa memahami dan memaklumi segala kelemahan dan kekurangan orang lain. Dengan demikian perceptual position dapat memperkecil kemungkinan pasangan dalam sebuah keluarga saling membenci, misal di karenakan perbedaan pendapat.


3.  Pendidikan

Kita semua pasti setuju dan mungkin pernah mengalami mood buruk yang mengganggu  aktivitas belajar. Semisal : lagi banyak PR atau tugas yang harus diselesaikan tapi malas untuk mengerjakan, skripsi Anda yang tak kunjung selesai karena mood Anda yang selalu berubah-ubah; selalu mood jelek ketika Anda mencoba duduk di depan laptop untuk mengerjakan, namun mood kembali baik ketika Anda kembali “leyeh-leyeh” di kasur sambil buka-tutup sosial media. Atau contoh yang terakhir ini; Anda bersemangat untuk diskusi dalam suatu kelompok karena ada satu cewe yang ingin Anda ambil hatinya karena kecerdasan Anda dalam berpendapat & berdiskusi namun mood Anda seketika turun bahkan tidak mood sama sekali untuk berdiskui karena Anda tahu bahwa cewe yang Anda maksud tadi tidak hadir dalam diskusi kelompok. Tanpa sadar, dalam ketiga kasus tersebut kebanyakan dari kita di atur oleh mood yang jika di biarkan dalam jangka panjang akan mengganggu proses pendidikan kita.

Sumber : glints.id
Dalam NLP, mood di kenal dengan istilah “state”. Ada 4 cara yang di ajarkan dalam NLP agar kita bisa mengatur mood.. Pertama adalah Acces; mengakses potensi yang ada di masa lalu, masa depan ataupun yang ada pada orang lain. Kedua, Amplify; melipatgandakan intensitas dengan cara memodifikasi gambar/ film, suara/ musik dan perasaan. Ketiga, Anchor; penanaman jangkar (menggunakan prinsip utama jika-maka). Dan yang keempat, Apply; pengaplikasian dan pemanfaatan mood atau state yang sudah di pasang.


Bayangkan Generasi Milenal! Jika semua bidang-bidang tersebut dapat Anda tingkatkan kualitasnya dengan belajar NLP; pikiran dan tubuh Anda sehat, keluarga Anda harmonis serta pendidikan Anda luar biasa. Maka segala macam tantangan di era industri 4.0 pasti dapat dengan mudah Anda hadapi.

Tidak ada komentar:
Write komentar