Rabu, 14 Februari 2018

BAHAYA INSTAGRAM BAGI KESEHATAN PSIKOLOGIS ANDA

Di era jaman now, siapa yang tidak tau sosial media? Terlebih lagi sosial media instagram. Bahkan anak kecil SD sekarang sudah banyak yang menggunakan Instagram, lagi ekstrakulikuler upload di instastory, sambil nyanyi yang hapenya di puter-puter atau tangan nya yg muter-muter ya (mbohlah gimana) di upload juga di instagram. Bahkan balita looh (*anak-bawah lima tahun) sudah ada instagramnya. Namun taukah Anda? Sebenarnya di balik aplikasi Instagram yang sering kita buka setiap hari itu, bahkan mungkin sampai 2-3 jam sehari itu, terdapat buanyak bahaya bagi kesehatan psikologis Anda :


1. Anda menipu diri Anda sendiri demi sebuah pengakuan

Kebanyakan foto instagram berisi fantasi seseorang terhadap dunianya. Misal foto selfie; biasanya sih ini cewe, tapi tidak selalu. Utk mendapatkan 1 foto selfie yg di upload di instagram, mereka harus memfoto diri mreka sendiri (selfie) dengan belasan atau bahkan puluhan kali foto, kemudian di edit dengan 1 atau mungkin bahkan 2 aplikasi edit foto agar foto yang mereka hasilkan adalah yang terbaik dan bisa VIRAL di mana-mana dengan harapan dapat ribuan like dan ratusan komen. Yang warna kulit atau mukanya (agak) hitam di edit di putihin, yang (agak) gemuk di edit di kurusin, yang jerawatan di edit di mulusin,  yang rendah di tinggiin, yang pesek di mancungin. Ya semua semuanya aja di edit.


Dan ternyata, secara tidak sadar pelakuan Anda terhadap diri Anda tersebut melatih Anda untuk tidak bersyukur terhadap diri Anda sendiri, Anda tidak menerima diri Anda apa adanya, Anda ingin di lihat lebih baik lebih bagus dari diri Anda yang sebenarnya. Wah wah selamat. Anda berhasil menipu diri Anda sendiri demi sebuah apresiasi

2. Membuat Anda takut untuk ketinggalan moment bahagia


Menurut survei #StatusOfMind yang dipublikasi oleh Royal Society for Public Health Inggris, dari 5 sosial media; Instagram, Snapchat, Facebook, Twitter, dan You Tube kepada kurang lebih 1.500 org yg mengikuti survei. TERNYATA instagram adalah sosial media terburuk bagi kesehatan mental dan kesejahteraan. Salah satunya berhubungan dengan tingkat Fear of Missing Out (FOMO); ketakutan bahwa orang lain sedang mengalami kejadian menyenangkan, di mana ia tidak merasa terlibat. Anda sendiri tahu. Berapa banyak moment berharga yang teman-teman Anda posting di instagram dan Anda melewatkan moment-moment tersebut. Acara tahun baru misalnya, teman-teman Anda asik party di luar Anda hanya mengurung diri di rumah lantaran tak ada uang. Teman-teman Anda asik muncak ke gunung, sementara Anda masih sibuk dengan tugas dan tugas kuliah. Membuat Anda menjadi takut untuk tidak terlibat dalam moment-moment yang membahagiakan, Anda takut di bilang tidak gaul.

Wah hati-hati. Membuang-buang energi untuk ketakutan yang tidak ada faedahnya. Buatlah moment bahagia Anda sendiri. Jadilah pribadi yang merdeka, tanpa tergantung dengan orang lain.

3. Membuat Anda membanding-bandingkan diri Anda dengan orang lain

Berhubungan dengan poin pertama, menurut saya pribadi Instagram merupakan sosial media paling high class yang di dominasi oleh kaum anak muda, di instagram kita bisa lihat banyak postingan foto orang dengan rumah super mewah, mobil mahal, motor keren, foto dengan fashion-fashion kekinian, foto di restoran elit, foto dengan make up brand ternama yang terkadang secara tidak sadar membuat kita membanding-bandingkan diri kita dengan orang-orang tersebut. “Coba yah saya bisa punya rumah mahal kaya gitu pasti saya akan... Enak yah dia bisa keliling-keliling dunia. Enak yah dia bisa makan di situ”.

Bagus lah kalau termotivasi untuk bekerja lebih giat lebih keras. Nah bahayanya jika kondisi ekonomi yang memang tidak mencukupi, tapi gayanya di paksakan. Wah bahaya bahaya...

4. Membuat fokus hidup Anda terganggu.

Sedikit berbeda dengan bentuk sosial media yang lain, Instagram lebih memanjakan auditori dan visual penggunanya, dalam sistem pertemanan; menggunakan fitur follow/ unfollow serta membebaskan penggunanya untuk melihat isi profil/ foto-foto orang lain, kita bahkan bisa melihat foto-foto orang lain tanpa mengikuti dia (kecuali akun yg di privat). Kita bebas melihat foto-foto apa saja dan siapa saja di tayangan eksplor. Follow (mengikuti) di instagram berarti kita mengikuti segala macam foto dan aktivitas dari orang tersebut. Ya namanya sebagai pengikut, orang jalan ke taman kita ikut, ke pantai ikut, ke gunung ikut. Nah yang bahaya orang jalan masuk ke sumur kita ikut juga terjun.


Maksudnya gini, bayangkan, jika semua orang yang Anda ikuti sukanya posting foto-foto alay atau bikin caption galau otomatis itu akan mempengaruhi Anda. Awas ini yang bahaya. Kadang kita mahasiswa kebanyakan follow akun artis atau malah akun hoax.Ya kembali sih terserah yang punya akun, tapi Anda seorang mahasiswa;  apa pentingnya bagi Anda untuk tahu segala macam kehidupan para artis dengan memfollownya? Mestinya ya seorang pengusaha follow akun-akun pengusaha, Anda mau hidup Anda baik follow akun-akun yang baik. Okeyyy 

Tidak ada komentar:
Write komentar