Friday, 12 June 2015

MODIFIKASI PERILAKU : Tehnik Self-Management

A. Pengantar
Manajemen diri (Self-Management) merupakan istilah yang sangat populer saat ini. Banyak seminar, training maupun tulisan yang mengupas subyek ini karena memang diperlukan bagi mereka yang berada di lingkungan profesional maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Pada dasarnya manajemen diri merupakan pengendalian diri terhadap pikiran, ucapan, dan perbuatan yang dilakukan, sehingga mendorong pada penghindaran diri terhadap hal-hal yang tidak baik dan peningkatan perbuatan yang baik dan benar. Manajemen diri juga menuju pada konsistensi dan keselarasan pikiran, ucapan dan perbuatan sehingga apa yang dipikirkan sama dan sejalan dengan apa yang diucapkan dan diperbuat. Integritas seperti inilah yang diharapkan akan timbul dalam diri para praktisi manajemen diri. Sebelum bisa memiliki pikiran-ucapan-perbuatan baik, terlebih dahulu seseorang harus memiliki pemahaman dan pengertian yang benar.
Akan tetapi walaupun punya pemahaman terhadap kebaikan dan ketidakbaikan, belum tentu pikiran seseorang mampu diarahkan terus-menerus terhadap kebaikan. Dan walaupun seandainya pikiran seseorang sudah didominasi oleh kebaikan, belum menjamin bahwa ucapannya selalu sejalan dengan pikiran baik ini. Demikian pula tidak ada garansi bahwa perbuatannya secara fisik merefleksikan sepenuhnya pikiran yang baik ini. Sebagai contoh, apapun latar belakang, umur, jenis kelamin, pendidikan, suku dan lain sebagainya, umumnya kita setuju bahwa olah raga dengan frekuensi dan dosis yang tepat, dapat menjaga kebugaran, daya tahan dan kesehatan seseorang. Pemahaman ini menuntun pada pikiran yang baik bahwa olah raga penting bagi kesehatan. Pemahaman dan pikiran tentang kebaikan olah raga ini lebih mudah sejalan dengan ucapan. Sewaktu menasihati orang lain, dengan mudah kita menjelaskan pentingnya berolah raga secara teratur. Akan tetapi sewaktu harus praktek langsung, banyak di antara kita akan memunculkan berbagai alasan untuk mendukung dan memberikan pembenaran mengapa diri kita sendiri jarang atau bahkan tidak sama sekali berolah raga. Mulai dari alasan sibuk bekerja, waktunya belum tepat, tidak ada sarana, dan lain-lain. Ini menjelaskan mengapa banyak orang yang tidak atau belum sukses padahal begitu banyak kiat, taktik, strategi, dan metode sukses diajarkan melalui buku, kaset, seminar dan lain-lain. Banyak di antara kita hafal di ‘luar kepala’ dan mampu dengan cepat menyebutkan persyaratan untuk bisa sukses, mulai dari berdisiplin tinggi, tepat waktu, punya integritas, jujur, fokus pada apa yang sedang dikerjakan, kerja sama team, bertanggung jawab, bekerja keras, tidak mudah putus asa, dan lain sebagainya.

B. Kajian Teori
1. Definisi
Edelson mengungkapkan “self-management is a psychological term used to describe the process of achieving personal autonomy”. Pada dasarnya self-management adalah sebuah terminologi psikologis untuk menggambarkan proses pencapaian otonomi diri.
Pengelolahan diri adalah prosedur dimana individu mengeatur prilakunya sendiri (Gantina 2011:180). Selanjutnya menurut Gie (1996:95) manajemen diri adalah dimana setelah seseorang menetapkan tujuan hidup bagi dirinya, ia harus mengatur dan mengelola dirinya sebaik-baiknya untuk membawanya ke arah tercapainya tujuan hidup dan itu juga segenap kegiatan dan langkah mengatur dan mengelola dirinya.
Menurut Cormier & Nurius, 2002; Watson & Tharp, 2001 dalam Richard Nelson Jones (2011:476) strategi self management adalah melibatakan membantu klien untuk mengamati perilakunya, menetapkan tujuan bagi dirinya sendiri, mengidentifikasi penguat yang cocok, merencanakan graded steps (langkah-langkah yang diberi nilai) untuk mencapai tujuannya, dan menetapkan kapan menerapkan konsekuensi.
2. Tujuan
Tujuan modifikasi perilaku menggunakan Teknik Self-Manajement adalah agar individu secara teliti dapat menempatkan diri dalam situasi-situasi yang menghambat tingkah laku yang mereka ingin hilangkan dan belajar untuk mencegah timbulnya perilaku atau masalah yang tidak diinginkan. Dalam arti individu dapat mengelola pikiran, perasaan dan perbuatan mereka sehingga mendorong pada pengindraan terhadap hal-hal yang tidak baik dan peningkatan hal-hal yang baik dan benar.
3. Karakteristik
Karakteristik dari Self-Management antara lain:
1. Kombinasi dari strategi mengelola diri sendiri biasanya lebih berguna dari pada sebuah strategi tunggal.
2. Penggunaan strategi yang konsisten adalah esensial.
3. Penggunaan penguatan diri sendiri merupakan komponen yang penting.
4. Tunjangan yang diberikan oleh lingkungan harus dipertahankan.
5. Perlu ditetapkan target yang realistis dan kemudian dievaluasi.
6. Dukungan lingkungan mutlak perlu untuk memelihara perubahan-perubahan yang merupakan hasil dari suatu program Self-Management.
4. Prinsip-Prinsip
Beberapa prinsip dalam teknik Self-Management antara lain :
1. Self regulation
Individu cenderung menjadi waspada ketika perilaku mereka mendatangkan konsekuensi yang tidak diharapkan.
2. Self kontrol
Individu tetap memiliki komitmen dan menjalankan program perubahan perilaku meskipun disalah satu sisi individu mengalami konsekuensi yang tidak mengenakan bagi dirinya.
3. Self attibution
Individu percaya bahwa dirinya bertanggungjawab atas terjadinya sesuatu dan yakin kesuksesan yang diraih karena kemampuan personalnya.
C. Prosedur Pelaksanaan
Dalam buku “Teori dan Teknik Konseling” Gantina Komalasari dkk, menjabarkan tahap-tahap dalam prosedur pelaksanaan Self-Management yaitu :
1. Memonitor diri/ Observasi
Mengamati tingkah laku sendiri kemudian mencatatnya dengan teliti (frekuensi, intensitas dan durasi)
2. Evaluasi Diri
Membandingkan hasil catatan tingkah laku dengan target tingkah laku yang telah dibuat oleh konseli sesuai efektifitas dan efesiensi program
3. Pemberian penguatan, penghapusan dan pemberian hukuman
Tujuanya adalah agar dapat mengatur dirinya sendiri, penguatan dan penghapusan tingkah laku pada dirinya sendiri.
D. Contoh Kasus atau Riset
Contoh Penelitian yang berkaitan dengan Self-Management adalah penelitian yang dilakukan oleh Dinia Ulfa dari Universitas Negeri Semarang yang berjudul “Meningkatkan Tanggung Jawab Belajar Dengan Layanan Konseling Individual Berbasis Self-Management Pada Siswa Kelas XI Di SMK Negeri 1 Pemalang Tahun Pelajaran 2013/2014”.
Adapun gambaran abstrak tentang penelitian tersebut adalah sebagai berikut :
Penelitian ini didasarkan data yang diperoleh dari studi pendahuluan pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Pemalang yang menunjukkan indikator rendahnya tanggung jawab belajar. Masalah penelitian ini adalah apakah tanggung jawab belajar pada siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Pemalang tahun pelajaran 2013/2014 dapat ditingkatkan melalui layanan konseling individual berbasis selfmanagement? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data empiris tentang peningkatan tanggung jawab belajar pada siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Pemalang tahun pelajaran 2013/2014 melalui layanan konseling individual berbasis self-management. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian one group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Pemalang tahun pelajaran 2013/2014. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling (sampling bertujuan). Sampel dalam penelitian ini adalah siswa yang memiliki tanggung jawab belajar rendah sebanyak 6 anak. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala psikologis. Sedangkan metode analisis data yaitu analisis data deskriptif persentase dan uji Wilcoxon. Hasil pre test, siswa termasuk dalam kriteria rendah dengan persentase rata-rata 50.35%. Sedangkan hasil post test, kriteria tanggung jawab belajar pada siswa menjadi tinggi dengan rata-rata sebesar 74.50%. Dari uji Wilcoxon diperoleh Zhitung sebesar 2.20 dan nilai Ztabel pada taraf signifikansi 5% dan N=6 yaitu 0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tanggung jawab belajar pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Pemalang tahun pelajaran 2013/2014 dapat ditingkatkan melalui layanan konseling individual berbasis Self-Management.
Simpulannya adalah bahwa terdapat peningkatan signifikan tanggung jawab belajar pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Pemalang antara sebelum dan setelah diberikan treatment layanan konseling individual berbasis selfmanagement. Saran yang dapat diberikan adalah diharapkan konselor dapat melatih siswa untuk bertanggung jawab belajar agar mampu meningkatkan tanggung jawab belajarnya melalui tahap-tahap yang terdapat dalam layanan konseling individual berbasis self-management.

DAFTAR PUSTAKA

Dayakisni, Tri & Hudaniah (2003). Psikologi Sosial. UMM Press. Malang
Gie (1996) Strategi Hidup Sukses. Yogyakarta: Liberty
http://www.autism.org/selfmanage.html
https://elqorni.wordpress.com/2009/02/06/manajemen-diri-self-management/
http://animenekoi.blogspot.com/2012/05/teknik-self-management.html
Komalasari, Dantina. dan Eka Wahyuni (2011) Teori Dan Teknik Konseling. Jakarta: Indeks.
Martin, Garry & Pear, Joseph. (2003). Behavior Modification, What It Is and How
To Do It, 7th Ed. Pearson Education International. New Jersey
Richard, Jones-Nelson (2011) Teori dan Praktik Konseling Dan Terapi.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
R.S Satmoko (1986) Psikologi Tentang Penyesuaiandan Hubungan Kemanusiaan
edisi ke 3

2 comments:
Write komentar
  1. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    ReplyDelete