Sunday, 8 March 2015

Analisa Freud dan Skinner "Film Antwone Fisher"


Analisa “Film Antwone Fisher” (baca review film)

I. Analisa Psikoanalisa Sigmund Freud
Menurut teori psikoanalisis Sigmund Freud, dalam hidupnya Fisher telah melakukan mekanisme pertahan diri. Mekanisme pertahanan diri berkaitan dengan kecemasan individu. Adapun definisi kecemasan ialah perasaan terjepit atau terancam, ketika terjadi konflik yang menguasai ego. Kecemasan-kecemasan ini ditimbulkan oleh ketegangan yang datang dari luar. Sigmund Freud (dalam Koeswara, 1991:46) sendiri mengartikan mekanisme pertahanan diri sebagai strategi yang digunakan individu untuk mencegah kemunculan terbuka dari dorongan-dorongan id maupun untuk menghadapi tekanan superego atas ego, dengan tujuan agar kecemasan bisa dikurangi atau diredakan.
Menurut Freud, sebenarnya ada berbagai macam bentuk mekanisme pertahanan diri yang umum dijumpai, antara lain: (1) represi, (2) sublimasi, (3) proyeksi, (4) displacement, (5) rasionalisasi, (6) pembentukan reaksi atau reaksi formasi, (7) melakonkan, (8) nomadisme, dan (9) simpatisme.
Namun dalam kasus Fisher penulis meyakini Fisher melakukan mekanisme pertahanan diri secara represi dan displacement. Represi adalah proses ego memakai kekuatan anticathexes untuk menekan segala sesuatu (ide, insting, ingatan, pikiran) yang dapat menimbulkan kecemasan keluar daerah kesadaran. Represi bisa sangat kuat, menekan menuju ketaksadaran menjadi kompleks tertekan (repressed complex). Namun kalau ego tidak mampu menekan impuls kompleks tertekan yang mengganggu, impuls itu mencari jalan keluar melalui celah-celah antikateksis-antikateksis yang saling berlawanan, atau muncul dalam bentuk displasement. Jadi semua pengalaman pahit yang dialami oleh Fisher dia tekan dan tahan tanpa dia luapkan ke siapapun, bahkan pengalaman pahit tersebut dia tekan sampai ke alam bawah sadarnya. Ini terbukti dari mimpi yang dia alami, harapan hidup yang tidak sesuai dengan realita terbawa-bawa ke dalam mimpinya (alam bawah sadar).
Sedangkan displacement menurut Koeswara (1991:47) ialah pengungkapan dorongan yang menimbulkan kecemasan kepada objek atau individu yang kurang berbahaya atau kurang mengancam dibandingkan dengan objek atau individu yang semula. Adapun menurut Corey (2003:19) displacement adalah suatu mekanisme pertahanan ego yang mengarahkan energi kepada objek atau orang lain apabila objek asal atau orang yang sesungguhnya, tidak bisa dijangkau. Lebih lanjut lagi, menurut Poduska (2000:119) displacement ialah mekanisme pertahanan ego dengan mana anda melepaskan gerak-gerik emosi yang asli, dan sumber pemindahan ini dianggap sebagai suatu target yang aman. Mekanisme pertahanan ego ini, melimpahkan kecemasan yang menimpa seseorang kepada orang lain. Jadi bentuk agresivitas yang dilakukan oleh Fisher terhadap teman-temannya di Angkatan Laut merupakan objek pengganti dari objek asli (Ibunya, Mrs.Tate dan Ia menekan pengalaman pahitnya ketika masa kecil ke alam ketidaksadarannya, ia tidak berani berontak pada Mrs.Tate sehingga ia hanya diam dan secara tidak sadar menekan amarah dan rasa sakitnya ke alam bawah sadarnya, yang pada akhirnya muncul ketika Antwone dewasa dan berada di AL, ia dapat meluapkan emosi dan amarahnya pada temannya.
Kemudian dalam adegan pertama, ditayangkan Fisher sedang bermimpi tentang masa kecil, dia berada di sebuah padang yang damai dan masuk ke dalam sebuah gudang, di sana dia disambut oleh banyak orang, mereka tersenyum kepada Fisher. Kemudia ada seorang ibu-ibu yang mengulurkan tangannya kepada Fisher, mengarahkan Fisher untuk duduk di kursi dan menyantap makanan yang ada di meja. Tiba-tiba mimpi dia terpotong oleh suara tembakan dan bayangan Nadine. Menurut analisis mimpi dari Sigmund Freud, dalam hidupnya Fisher mengharapkan masa lalu yang seperti dia mimpikan dalam tidurnya. Karena menurut analisa mimpi Sigmund Freud, mimpi adalah sesuatu yang kita harapkan. Namun pada realitanya masa lalu Fisher tidak seperti yang dia harapkan di karenakan pengalaman-pengalaman pahitnya.
 B. Analisa Behaviouristik Skinner
Menurut teori Skinner, hukuman (punishment) adalah pemberian stimulus yang tidak menyenangkan atau menghilangkan stimulus yang menyenangkan. Hukuman biasanya diberikan untuk menahan seseorang dalam bertindak dengan cara tertentu. Saat hal tersebut berhasil, orang akan berhenti bertindak dengan cara tersebut. Namun mereka tetap harus melakukan sesuatu. Apa yang mereka lakukan selanjutnya tidak dapat diprediksi, karena hukuman tidak memberitahu apa yang harus di lakukan.
Sebagai contoh Fisher, dia bersama temannya mendapatkan hukuman oleh Mrs.Tate, mereka diikat disebuah tiang dan di pukul dengan kain basah oleh Mrs.Tate. Pukulan yang diberikan oleh Mrs.Tate adalah bentuk hukuman (punishment) yang di berikan kepada mereka berdua karena salah satu dari mereka mencoret-coret dinding rumah Mrs.Tate. Namun di dalam film tersebut kurang jelas di tayangkan siapa orang yang sebenarnya yang mencoret dinding rumah, Mrs.Tate hanya menuduh mereka berdua sebagai tersangka dan yang bersalah sebenarnya hanya salah satu dari mereka. Contoh di adegan lain adalah ketika Fisher diikat di tiang dan ditakut-takuti dengan api, api tersebut juga merupakan salah satu bentuk stimulus yang di berikan Mrs.Tate kepada Fisher yang mana api adalah sesuatu yang tidak menyenangkan menurut Fisher. Bentuk hukuman yang diberikan Mrs.Tate tidak memberitahukan kepada Fisher tindakan konkret yang seharusnya dia lakukan setelah itu apa. Hal ini akan berefek kepada perilaku Fisher di masa depan, setiap stimulus yang diasosiasikan dengan hukuman mungkin akan ditekan atau dihindari. Dalam contoh Fisher, sebagai hasilnya Fisher memiliki sifat maladaftif terhadap lingkungannya, itulah alasan dibalik sifat temperamen Fisher yang emosional dengan teman-teman seangkatan laut di kapal. Skinner mengakui mekanisme pertahanan diri klasik Freudian sebagai cara yang efektif dalam menghindari rasa sakit dan kecemasan yang mengiringinya. Orang yang dihukum mungkin akan memproyeksikan perasaan mereka kepada orang lain, merasionalisasi perilaku agresif atau melakukan displacement terhadap orang lain.

C.Referensi
Koeswara E (1991) Teori Teori Kepribadian, Bandung: PT Eresco
Corey, Gerald (2003) Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi, (penerjemah: E.
Koeswara). Bandung: PT Refika Aditama.
Poduska, Benard (2000) Empat Teori Kepribadian. Jakarta: Restu Agung.
Feist, Jess & Gregory J (2010) Teori Kepribadian Buku 1 Edisi 7. Jakarta: Salemba
Humanika
Feist, Jess & Gregory J (2010) Teori Kepribadian Buku 2 Edisi 7. Jakarta: Salemba
Humanika

No comments:
Write komentar