Selasa, 31 Maret 2015

Duta Mahasiswa GenRe (Generasi Berencana)

Selamat malam...
Temen-temen, mhon dukungan nyaa ya dalam acara Duta Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang. Dengan cara BAGIKAN dan LIKE foto yg ada di link ini https://www.facebook.com/dumas.genreumm/photos/a.1562116424058268.1073741828.1561903127412931/1562818233988087/?type=1&theater


Bagi yang udah ngeLIKE dan BAGIKAN, saya doakan smoga suatu saat kebaikan anda akan d balas oleh Tuhan. Amin Ya Allah.
Dan buat warga UMM khususnya Fakultas Psikologi dateng dan saksikan ya nanti acara grand final Duta Mahasiswa hari Jum'at, 3 April 2015 Jam 2 siang di UMM DOME . GRATIS!!!.

Minggu, 08 Maret 2015

Analisa Freud dan Skinner "Film Antwone Fisher"


Analisa “Film Antwone Fisher” (baca review film)
I. Analisa Psikoanalisa Sigmund Freud
Menurut teori psikoanalisis Sigmund Freud, dalam hidupnya Fisher telah melakukan mekanisme pertahan diri. Mekanisme pertahanan diri berkaitan dengan kecemasan individu. Adapun definisi kecemasan ialah perasaan terjepit atau terancam, ketika terjadi konflik yang menguasai ego. Kecemasan-kecemasan ini ditimbulkan oleh ketegangan yang datang dari luar. Sigmund Freud (dalam Koeswara, 1991:46) sendiri mengartikan mekanisme pertahanan diri sebagai strategi yang digunakan individu untuk mencegah kemunculan terbuka dari dorongan-dorongan id maupun untuk menghadapi tekanan superego atas ego, dengan tujuan agar kecemasan bisa dikurangi atau diredakan.
Menurut Freud, sebenarnya ada berbagai macam bentuk mekanisme pertahanan diri yang umum dijumpai, antara lain: (1) represi, (2) sublimasi, (3) proyeksi, (4) displacement, (5) rasionalisasi, (6) pembentukan reaksi atau reaksi formasi, (7) melakonkan, (8) nomadisme, dan (9) simpatisme.
Namun dalam kasus Fisher penulis meyakini Fisher melakukan mekanisme pertahanan diri secara represi dan displacement. Represi adalah proses ego memakai kekuatan anticathexes untuk menekan segala sesuatu (ide, insting, ingatan, pikiran) yang dapat menimbulkan kecemasan keluar daerah kesadaran. Represi bisa sangat kuat, menekan menuju ketaksadaran menjadi kompleks tertekan (repressed complex). Namun kalau ego tidak mampu menekan impuls kompleks tertekan yang mengganggu, impuls itu mencari jalan keluar melalui celah-celah antikateksis-antikateksis yang saling berlawanan, atau muncul dalam bentuk displasement. Jadi semua pengalaman pahit yang dialami oleh Fisher dia tekan dan tahan tanpa dia luapkan ke siapapun, bahkan pengalaman pahit tersebut dia tekan sampai ke alam bawah sadarnya. Ini terbukti dari mimpi yang dia alami, harapan hidup yang tidak sesuai dengan realita terbawa-bawa ke dalam mimpinya (alam bawah sadar).
Sedangkan displacement menurut Koeswara (1991:47) ialah pengungkapan dorongan yang menimbulkan kecemasan kepada objek atau individu yang kurang berbahaya atau kurang mengancam dibandingkan dengan objek atau individu yang semula. Adapun menurut Corey (2003:19) displacement adalah suatu mekanisme pertahanan ego yang mengarahkan energi kepada objek atau orang lain apabila objek asal atau orang yang sesungguhnya, tidak bisa dijangkau. Lebih lanjut lagi, menurut Poduska (2000:119) displacement ialah mekanisme pertahanan ego dengan mana anda melepaskan gerak-gerik emosi yang asli, dan sumber pemindahan ini dianggap sebagai suatu target yang aman. Mekanisme pertahanan ego ini, melimpahkan kecemasan yang menimpa seseorang kepada orang lain. Jadi bentuk agresivitas yang dilakukan oleh Fisher terhadap teman-temannya di Angkatan Laut merupakan objek pengganti dari objek asli (Ibunya, Mrs.Tate dan Ia menekan pengalaman pahitnya ketika masa kecil ke alam ketidaksadarannya, ia tidak berani berontak pada Mrs.Tate sehingga ia hanya diam dan secara tidak sadar menekan amarah dan rasa sakitnya ke alam bawah sadarnya, yang pada akhirnya muncul ketika Antwone dewasa dan berada di AL, ia dapat meluapkan emosi dan amarahnya pada temannya.
Kemudian dalam adegan pertama, ditayangkan Fisher sedang bermimpi tentang masa kecil, dia berada di sebuah padang yang damai dan masuk ke dalam sebuah gudang, di sana dia disambut oleh banyak orang, mereka tersenyum kepada Fisher. Kemudia ada seorang ibu-ibu yang mengulurkan tangannya kepada Fisher, mengarahkan Fisher untuk duduk di kursi dan menyantap makanan yang ada di meja. Tiba-tiba mimpi dia terpotong oleh suara tembakan dan bayangan Nadine. Menurut analisis mimpi dari Sigmund Freud, dalam hidupnya Fisher mengharapkan masa lalu yang seperti dia mimpikan dalam tidurnya. Karena menurut analisa mimpi Sigmund Freud, mimpi adalah sesuatu yang kita harapkan. Namun pada realitanya masa lalu Fisher tidak seperti yang dia harapkan di karenakan pengalaman-pengalaman pahitnya.
 B. Analisa Behaviouristik Skinner
Menurut teori Skinner, hukuman (punishment) adalah pemberian stimulus yang tidak menyenangkan atau menghilangkan stimulus yang menyenangkan. Hukuman biasanya diberikan untuk menahan seseorang dalam bertindak dengan cara tertentu. Saat hal tersebut berhasil, orang akan berhenti bertindak dengan cara tersebut. Namun mereka tetap harus melakukan sesuatu. Apa yang mereka lakukan selanjutnya tidak dapat diprediksi, karena hukuman tidak memberitahu apa yang harus di lakukan.
Sebagai contoh Fisher, dia bersama temannya mendapatkan hukuman oleh Mrs.Tate, mereka diikat disebuah tiang dan di pukul dengan kain basah oleh Mrs.Tate. Pukulan yang diberikan oleh Mrs.Tate adalah bentuk hukuman (punishment) yang di berikan kepada mereka berdua karena salah satu dari mereka mencoret-coret dinding rumah Mrs.Tate. Namun di dalam film tersebut kurang jelas di tayangkan siapa orang yang sebenarnya yang mencoret dinding rumah, Mrs.Tate hanya menuduh mereka berdua sebagai tersangka dan yang bersalah sebenarnya hanya salah satu dari mereka. Contoh di adegan lain adalah ketika Fisher diikat di tiang dan ditakut-takuti dengan api, api tersebut juga merupakan salah satu bentuk stimulus yang di berikan Mrs.Tate kepada Fisher yang mana api adalah sesuatu yang tidak menyenangkan menurut Fisher. Bentuk hukuman yang diberikan Mrs.Tate tidak memberitahukan kepada Fisher tindakan konkret yang seharusnya dia lakukan setelah itu apa. Hal ini akan berefek kepada perilaku Fisher di masa depan, setiap stimulus yang diasosiasikan dengan hukuman mungkin akan ditekan atau dihindari. Dalam contoh Fisher, sebagai hasilnya Fisher memiliki sifat maladaftif terhadap lingkungannya, itulah alasan dibalik sifat temperamen Fisher yang emosional dengan teman-teman seangkatan laut di kapal. Skinner mengakui mekanisme pertahanan diri klasik Freudian sebagai cara yang efektif dalam menghindari rasa sakit dan kecemasan yang mengiringinya. Orang yang dihukum mungkin akan memproyeksikan perasaan mereka kepada orang lain, merasionalisasi perilaku agresif atau melakukan displacement terhadap orang lain.

C.Referensi
Koeswara E (1991) Teori Teori Kepribadian, Bandung: PT Eresco
Corey, Gerald (2003) Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi, (penerjemah: E.
Koeswara). Bandung: PT Refika Aditama.
Poduska, Benard (2000) Empat Teori Kepribadian. Jakarta: Restu Agung.
Feist, Jess & Gregory J (2010) Teori Kepribadian Buku 1 Edisi 7. Jakarta: Salemba
Humanika
Feist, Jess & Gregory J (2010) Teori Kepribadian Buku 2 Edisi 7. Jakarta: Salemba
Humanika

Review dan Analisa "Film Antwone Fisher"



 A. Review Film “Antwone Fisher”
Film ini mengisahkan tentang seorang anggota Angkatan Laut Amerika yang bernama Antwone Fisher yang mempunyai banyak pengalaman pahit dalam hidupnya. Film ini diawali dengan cerita Antwone teringat masa lalu dalam tidurnya, dalam mimpinya Antwone menginginkan semua orang yang pernah dia kenal memberikan sikap yang baik dan ramah terhadap dia, namun seketika itu juga dia terbangun dan tersadar bahwa keinginan dia itu hanya mimpi. Kemudian film ini disambung dengan adegan perkelahian Antwone dengan seorang Bintara Senior bernama Barkley. Karena perkelahian itulah Antwone mendapat sanksi diturunkan pangkatnya dari seorang Bintara Tingkat 3 menjadi seorang Kelasi ditambah ia harus menjalani pemeriksaan di Klinik Psikiater Angkatan Laut Dokter Jerome Davenport. Pada awalnya hampir berminggu-minggu, Antwone tidak ingin menceritakan permasalahnnya kepada Dokter  Davenport.
Namun seiring berjalannya waktu, dengan kepandaian Dokter Davenport sebagai seorang psikiater, Antwone akhirnya mau menceritakan masa lalu dan pengalaman-pengalaman pahit dalam hidupnya. Mulai dari Fisher dilahirkan dari keluarga yang broken home. Dia dilahirkan oleh Ibunya di penjara dengan kondisi tanpa Ayah. Ayahnya meninggal di bunuh oleh selingkuhannya 2 bulan sebelum ia dilahirkan. Ia di rawat oleh Pemerintah dan tinggal disebuah Panti Asuhan Dinas Sosial, kemudian di adopsi oleh Keluarga Mrs.Tate. Pengalaman pahit hidup Fisher tidak berhenti sampai di situia 7 tahun,. Selama tinggal di rumah Mrs.Tate, ia sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan, kadang-kadang sampai diluar batas kemanusiaan, seperti diikat di sebuah tiang dengan tali kemudian dipukuli dengan kain basah, selain itu dia juga pernah di takut-takuti dengan api, karena Fisher kecil Phobia dengan api. Kekerasan seksual juga ia terima ketika ia masih berusia 7 tahun, pengalaman pahit itu dia dapatkan dari Nadine, seorang pembantu rumah tangga yang memaksa dia untuk melayani nafsunya berhubungan seksual, jika menolak Fisher kerap di pukul. Tidak hanya sampai disitu saja, penderitaan Antwone juga harus bertambah ketika Jesse sahabat baiknya dari kecil, tewas tertembak di depan matanya sendiri saat sedang berusaha mencuri disebuah minimarket. Mulai sejak saat itulah Antwone pergi merantau dan akhirnya masuk angkatan laut A.S. Di tempat dia bekerja, dia juga menemukan cintanya.
Seorang gadis bernama Cheryl yang sangat peduli dan setia menemaninya. Namun pada awalnya Fisher merasa sedikit minder dan takut untuk mendekati Sherly karena pengalaman pahit di masa lalunya. Tetapi pemikiran Fisher akhirnya tercerahkan dengan selalu berkonsultasi dengan Dokter Davenport. Di saat itulah Fisher mulai menemukan jati dirinya. Saat perayaan pesta Thanksgiving di rumah Dokter Davenport adalah puncak kesedihan Fisher terluapkan dengan puisinya. Kemudian Fisher memutuskan untuk mencari Ibunya dengan pergi ke kampung halamannya Cleveland bersama pacarnya Cherly. Meskipun pada awalnya sulit bagi dia untuk mengakhiri sesi konseling dan melepaskan hidupnya dari Dokter Davenport. Karena saat itu Fisher beranggapan bahwa semua orang terdekatnya selalu meninggalkan dia, dari ayahnya, ibunya dan sahabat terbaiknya Jesse. Namun Dokter Davenport selalu meyakinkan Fisher agar mencari ibunya dan dia mengatakan bahwa jangan pernah kembali ke rumah dia jika Fisher masih belum menemukan ibu dan keluarganya.
Lika-liku kehidupan Antwone Fisher dalam film ini ditutup dengan akhir yang bahagia. Antwone berhasil menemukan kembali keluarganya disusul kemudian menemukan ibu kandungnya. Keluarga yang selama ini sangat diimpi-impikan oleh Antwone menyambut dirinya dengan sangat baik lebih dari yang ia bayangkan sebelumnya. Antwone lega telah bertemu dengan ibunya, dirinya memaafkan ibunya tersebut namun tidak akan melupakan perbuatanya sampai kapanpun. Dokter Davenport telah menyatakan bahwa Antwone sudah dapat mengatasi masalahnya dan sembuh. Antwone sendiri juga berjanji tidak akan membuat masalah lagi dengan teman-temannya di Angkatan Laut Amerika.

B. Analisa Secara Psikologis
I. Sebab Temperamen Si Fisher
Menurut penulis Fisher mengalami berbagai macam gejolak dalam hidupnya yang menjadi sebab sifat temperamen emosional Fisher antara lain :
1. Lahir di penjara tanpa ayah
2. Tidak pernah di cari dan bahkan di telantarkan oleh ibu kandungnya
3. Sering di pukuli dan di takut-takuti oleh ibu angkatnya Mrs.Tate ketika Fisher masih anak-anak.
4. Kekerasan seksual yang dilakukan oleh Nadine saat Fisher berusia 7 tahun
5. Kehilangan sahabat akrab dari kecil dan menyaksikan secara langsung sahabatnya tersebut tewas tertembak. 
II. Analisa Fisher
Dari semua sebab temperamen yang dijelaskan di atas. Penulis mencoba untuk menganalisa lebih dalam mengenai akibat yang di timbulkan dari semua pengalaman pahit Fisher. Menurut teori psikoanalisis Sigmund Freud, dalam hidupnya Fisher telah melakukan mekanisme pertahan diri.
Mekanisme pertahanan diri berkaitan dengan kecemasan individu. Adapun definisi kecemasan ialah perasaan terjepit atau terancam, ketika terjadi konflik yang menguasai ego. Kecemasan-kecemasan ini ditimbulkan oleh ketegangan yang datang dari luar. Sigmund Freud (dalam Koeswara, 1991:46) sendiri mengartikan mekanisme pertahanan diri sebagai strategi yang digunakan individu untuk mencegah kemunculan terbuka dari dorongan-dorongan id maupun untuk menghadapi tekanan superego atas ego, dengan tujuan agar kecemasan bisa dikurangi atau diredakan.
Menurut Freud, sebenarnya ada berbagai macam bentuk mekanisme pertahanan diri yang umum dijumpai, antara lain: (1) represi, (2) sublimasi, (3) proyeksi, (4) displacement, (5) rasionalisasi, (6) pembentukan reaksi atau reaksi formasi, (7) melakonkan, (8) nomadisme, dan (9) simpatisme.
Namun dalam kasus Fisher penulis meyakini Fisher melakukan mekanisme pertahanan diri secara represi dan displacement. Represi adalah proses ego memakai kekuatan anticathexes untuk menekan segala sesuatu (ide, insting, ingatan, pikiran) yang dapat menimbulkan kecemasan keluar daerah kesadaran. Represi bisa sangat kuat, menekan menuju ketaksadaran menjadi kompleks tertekan (repressed complex). Namun kalau ego tidak mampu menekan impuls kompleks tertekan yang mengganggu, impuls itu mencari jalan keluar melalui celah-celah antikateksis-antikateksis yang saling berlawanan, atau muncul dalam bentuk displasement. Jadi semua pengalaman pahit yang dialami oleh Fisher dia tekan dan tahan tanpa dia luapkan ke siapapun, bahkan pengalaman pahit tersebut dia tekan sampai ke alam bawah sadarnya. Ini terbukti dari mimpi yang dia alami, harapan hidup yang tidak sesuai dengan realita terbawa-bawa ke dalam mimpinya (alam bawah sadar).
Sedangkan displacement menurut Koeswara (1991:47) ialah pengungkapan dorongan yang menimbulkan kecemasan kepada objek atau individu yang kurang berbahaya atau kurang mengancam dibandingkan dengan objek atau individu yang semula. Adapun menurut Corey (2003:19) displacement adalah suatu mekanisme pertahanan ego yang mengarahkan energi kepada objek atau orang lain apabila objek asal atau orang yang sesungguhnya, tidak bisa dijangkau. Lebih lanjut lagi, menurut Poduska (2000:119) displacement ialah mekanisme pertahanan ego dengan mana anda melepaskan gerak-gerik emosi yang asli, dan sumber pemindahan ini dianggap sebagai suatu target yang aman. Mekanisme pertahanan ego ini, melimpahkan kecemasan yang menimpa seseorang kepada orang lain. Jadi bentuk agresivitas yang dilakukan oleh Fisher terhadap teman-temannya di Angkatan Laut merupakan objek pengganti dari objek asli (Ibunya, Mrs.Tate dan Ia menekan pengalaman pahitnya ketika masa kecil ke alam ketidaksadarannya, ia tidak berani berontak pada Mrs.Tate sehingga ia hanya diam dan secara tidak sadar menekan amarah dan rasa sakitnya ke alam bawah sadarnya, yang pada akhirnya muncul ketika Antwone dewasa dan berada di AL, ia dapat meluapkan emosi dan amarahnya pada temannya.
 III. Analisa Dr. Davenford
Dalam menangani kasus Fisher Dr.Davenford sebagai seorang psikiater melakukan treatment yang berlandaskan terapi psikoanalisis Freud. Tujuan utama dari terapi psikoanalisis Freud adalah mengungkapkan ingatan yang diresepsi melalui asosiasi bebas dan analisis mimpi. Terapi kita bekerja dengan cara mengubah apa yang tidak di sadari menjadi di sadari dan terapi ini berhasil apabila menyebabkan perubahan tersebut (Freud, 1917/1963 hlm. 280). Melalui asosiasi bebas (free association, klien di minta untuk mengutarakan setiap pikiran yang muncul dalam benaknya, tanpa memandang apakah pikiran tersebut ada atau tidak ada hubungannya ataupun membentuk rasa jijik. Tujuan asosiasi bebas adalah untuk sampai ke alam tidak sadar dengan cara mulai dari ide yang di sadari saat ini, menelusurinya melalui serangkaian asosiasi dan mengikuti kemana ide ini pergi. Proses ini tidak mudah dan sejumlah klien tak bisa menjalani proses ini. Tujuan ini sangat sesuai dengan tujuan yang dilakukan oleh Dr. Davenford dalam menangani Fisher. Sebagai contoh sang psikiater selalu menanyakan apa yang dirasakan Fisher ketika ia bercerita tentang masa kecilnya, sang psikiater menggiring Fisher untuk memperjelas dan menyadari bagaimana perasaannya saat itu dan menelusuri secara perlahan kemana ide itu pergi.

 IV.Referensi
http://mahaputraanjani149.blogspot.com/2013/04/mekanisme-pertahanan-diri-1.html
http://putrilililii.blogspot.com/2003/01/review-film-antwone-fisher.html
http://hendygoblog.blogspot.com/2009/07/teori-psikoanalisis-sigmund-freud.html
Koeswara E (1991) Teori Teori Kepribadian, Bandung: PT Eresco
Corey, Gerald (2003) Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi, (penerjemah: E.
Koeswara). Bandung: PT Refika Aditama.
Poduska, Benard (2000) Empat Teori Kepribadian. Jakarta: Restu Agung.
Feist, Jess & Gregory J (2010) Teori Kepribadian Buku 1 Edisi 7. Jakarta: Salemba
Humanika

Perbedaan Psikoterapi, Konseling dan Modifikasi Perilaku

Psikoterapi
Wolberg (1967 dalam Phares dan Trull 2001), mengungkapkan bahwa psikoterapi merupakan suatu bentuk perlakuan atau tritmen terhadap masalah yang sifatnya emosional. Dengan tujuan menghilangkan skimtom untuk mengantarai pola perilaku yang terganggu serta meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi yang positif. Psikoterapi adalah pengaplikasihan berbagai metode klinis dan sikap interpersonal yang informed (didasari oleh informasi yang cukup ) dan dilakukan secara sengaja, berdasarkan prinsip – prinsip psikologi yang sudah mapan, dengan maksud membantu orang lain untuk memodifikasi prilaku kognisi, emosi, dan karakteristik pribadi lainya ke arah yang diinginkan oleh partisipannya. Jadi psikoterapi dapat disimpulkan sebagai suatu proses yang dilakukan dua pihak antara klien yang membutuhkan pertolongan dengan psikolog yang memberikan pertolongan. Tujuannnya adalah untuk menciptakan perubahan atau penyembuhan terhadap gangguan atau ketidaknyamanan yang dialami oleh klien.


Konseling
Menurut Schertzer dan Stone (1980) konseling adalah upaya membantu individu melalui proses interaksi yang bersifat pribadi antara konselor dan konseli agar konseli mampu memahami diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan dan menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya sehingga konseli merasa bahagia dan efektif perilakunya. Menurut Jones (1951) konseling adalah kegiatan dimana semua fakta dikumpulkan dan semua pengalaman klien difokuskan pada masalah tertentu untuk diatasi sendiri oleh yang bersangkutan. Dimana ia diberi panduan pribadi dan langsung dalam pemecahan untuk klien. Konseling harus ditujukan pada perkembangan yang progresif dari individu untuk memecahkan masalah-masalahnya sendiri tanpa bantuan.

Modifikasi Perilaku
Modifikasi perilaku dapat diartikan sebagai: (1) upaya, proses, atau tindakan untuk  mengubah perilaku, (2) aplikasi prinsip-prinsip belajar yg  teruji secara sistematis  untuk   mengubah perilaku tidak adaptif menjadi perilaku adaptif, (3) penggunaan secara empiris teknik-teknik  perubahan  perilaku    untuk      memperbaiki  perilaku  melalui  penguatan positif, penguatan  negatif,  dan  hukuman,  atau  (4) usaha    untuk      menerapkan  prinsip prinsip proses belajar maupun prinsip-prinsip psikologi hasil eksperimen pada manusia. Dalam  pandangan  kaum  behavioristik  aliran  klasik,  modifikasi  perilaku dapat diartikan sebagai penggunaan secara sistematik teknik kondisioning pada manusia  untuk   menghasilkan  perubahan  frekuensi  perilaku  tertentu  /mengontrol  lingkungan  perilaku tersebut.  Jika  teknik  kondisioning  diterapkan  secara  ketat,  dengan    stimulus,  respon  dan akibat  konsekuensi  diharapkan  terbentuk  perilaku  lahiriah  yang    diharapkan.  Dalam pandangan aliran operan, modifikasi perilaku akan terbentuk ketika penguat /  pengukuh diberikan  berupa  reward  /    punishment.  Sedangkan  dalam  pandangan  aliran  behavior analist,  modifikasi  perilaku  merupakan  penerapan  dari  psikologi  eksperimen  seperti dalam  laboratorium.  Proses,  emosi,  problema,  prosedur,  semua  diukur.  Pengubahan perilaku  dilaksanakan dengan rancangan  eksperimen  dibuat dengan  cermat.  Perilaku dihitung  secara  cacah    untuk      mendaparkan  data  dasar.  Variabel  bebas  dimanipulasi, metode statistik digunakan  untuk   melihat perubahan perilaku, pengulangan jika perlu dilakukan hingga terjadi perubahan perilaku secara jelas.
Sedangkan dalam pandangan para ahli, menurut Eysenk  modifikasi Perilaku adalah upaya mengubah perilaku dan emosi manusia dgn  cara yg  menguntungkan berdasarkan teori  yg    modern  dalam  prinsip  psikologi  belajar.  Menurut  Wolpe,  yaitu  penerapan prinsip-prinsip belajar yg  telah teruji secara eksperimental  untuk   mengubah perilaku yg  tidak adaptif, dgn  melemahkan atau menghilangkannya dan perilaku adaptif ditimbulkan atau  dikukuhkan.  Sedangkan  menurut  Hana  Panggabean,  modifikasi  perilaku  adalah penerapan  dari  teori  Skinner,  sering  juga  disebut  sebagai  behavior  therapy.  Merupakan penerapan dari shaping (pembentukan TL bertahap), penggunaan positive reinforcement secara selektif, dan extinction.
Pear (2003) menyatakan modifikasi perilaku tidak hanya sekedar terapi biasa yang mengandalkan pembicaraan therapist kepada kliennya. Bedanya dengan psikoterapi, psikolog yang melakukan modifikasi perilaku :
1.      terlibat secara aktif dalam mengkonstruksi ulang lingkungan kehidupan sehari-hari klien dalam rangka memperkuat perilaku yang tepat.
2.      seringkali  memberikan  tugas  atau  pekerjaan  rumah  kepada  klien  untuk memfasilitasi perubahan perilaku ini.
3.      metode  dan  tahap  demi  tahapnya  dapat  dibuat  dengan  jelas,  sehinga  orang  lain dapat menggunakan dan menjalankan program yang dibuat orang lain.
4.      dapat dilakukan sendiri secara perseorangan atau paling tidak dapat dilakukan oleh orang  tua,  guru,  mentor  untuk  membantu  perubahan  perilaku  anak-anak  atau bawahannya.
5.      selalu  berlandaskan  pada  prinsip  belajar  umum  dan  operant,  khususnya conditioning dari Pavlov.
6.      menekankan bahwa pendekatan tertentu cocok untuk perubahan perilaku tertentu pula.
7.       melibatkan semua pihak, klien, administrator, konsultan, dll.
Referensi
http://nisanurfithanaki.blogspot.com/2013_03_01_archive.html
https://kresnazwolf.wordpress.com/2013/05/07/behavior-therapy-modifikasi-prilaku/
https://ayunoerhayati.wordpress.com/tag/modifikasi-perilaku/