Senin, 15 Desember 2014

Poetry : Apakah Ekonomi Indonesia menciut atau berkuasa?



Indonesia ini negara kami bersama
Aku, kamu, dia, mereka memiliki negeri khatulistiwa
Aku adalah pewaris goa batu hapu dan goa-goa indah lainnya
Kamu adalah pewaris candi prambanan, candi asu, candi gatotkaca dan candi lainnya
Dia adalah pewaris pantai goa cina, pantai kuta dan banyak pantai indah lainnya
Kauuu itu siapa?
Kami adalah penerus bangsa ini, bangsa nan jaya, bangsa nan indah permai
Aku tanya kauuu itu siapa? Kau bukan kami
Kau kuda liar, kau penghancur, kau negosiator unggul yang licik
Bergerilya bak belatung yang masuk menggerogoti tanah air
Hahh investor kotor bercampur lumpur kufur
Ingat! Kami adalah pewaris
Indonesia ini negara kami bersama

Opus : Jainal Ilmi
 (16/12/2014)

Fakta Tentang Skizofrenia di Indonesia


Skizofrenia adalah kelainan psikiatrik kronis, termasuk gangguan mental yang sangat berat (Docherty, Hall & Gordiner, 1998). Skizofrenia sangat banyak di temukan di Indonesia, sekitar 99% pasien rumah sakit jiwa di Indonesia adalah orang dengan skizofrenia. Prevalensi orang dengan skizofrenia di Indonsia adalah 0,3-1% dan biasanya dialami pada usia sekitar 18-45 tahun, bahkan ada juga yang baru berusia 11-12 tahun sudah mengalami skizofrenia. Umumnya skizofrenia mulai dialami pada rentang usia 16-30 tahun dan jarang mulai terjadi di atas 35 tahun (Mueser & Gingerich, 2006).
Dapat diketahui dari laporan Rumah Sakit yang ada di Brebes pada triwulan pertama tahun 2008, dari 135 orang pasien rawat jalan, ditemukan 124 orang pasien dengan kasus skizofrenia. Sedangkan berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) Indonesia 2007 menunjukkan bahwa penderita gangguan jiwa berat di Indonesia adalah 0,46% atau sejuta orang.
Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Ascobat Gani dalam hasil perthitungannya menjelaskan berdasarkan Riskesdas, kerugian ekonomi minimal yang diperoleh akibat masalah kesehatan jiwa 2007 adalah sebesar 20 Triliun Rupiah. Data itu dia sampaikan dalam seminar MDGS dan kesehatan jiwa pada 2010 lalu. Dia menambahkan, dari total populasi resiko 1.093.150 jiwa, hanya 3,5% atau 38.260 jiwa yang baru terlayani di rumah sakit jiwa, rumah sakit umum atau pusat kesehatan masyarakat dengan fasilitas yang memadai. Menurut Pendiri Rumah Komunitas Penderita Skizofrenia Indonesia (KPSI), Bagus Utomo, penanganan atau proses pemulihan pasien dengan gangguan jiwa di Indonesia masih buruk serta prosedur penanganannya pun juga panjang. Misalnya seorang pasien sudah mendapatkan obat dengan baik, proses pemulihan di rumah sakit berjalan bagus, tapi kalau di rumah tidak di dukung keluarga dan lingkungan, maka bisa jadi pasien akan susah sembuh. Data Pemerintah Indonesia menyebutkan bahwa ada 18 ribu orang dengan skizofrenia (ODS) di pasung dan dirantai oleh keluarganya. Banyak juga keluarga yang memasukkan anggota keluarganya yang ODS itu ke dukun, pondok pesantren khusus orang gila atau rumah penampungan sosial.
Wartawan Majalah Time, Andrea Star Reese pernah datang ke Indonesia meliput tempat-tempat pengobatan orang dengan gangguan jiwa (skizofrenia) selama setahun, dari Januari 2011 hingga 2012. Dia mengabadikan lokasi-lokasi itu dalam foto yang dipublikasikan pada 3 September 2013 lalu. Dia mengatakan kendala umum bagi masyarakat Indonesia sehingga memilih memasung anggota keluarganya karena masalah akses ke perawatan, biaya pengobatan yang tidak terjangkau dan kurangnya penyebarluasan informasi dasar.
Andreas juga mengatakan minimnya tenaga psikiater di Indonesia. Dia mengutip data pemerintah yang menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 600-800 psikiater, 50% berdomisili di Jawa dan 50% berdomsili di Jakarta. Dari 34 provinsi di Indonesia, hingga kini masih ada 7 provinsi yang belum memiliki rumah sakit jiwa. Jumlah psikiaternya juga minim, perbandingannya 1 banding 400 ribu.

Referensi
Mueser, K.T & Gingerich, K. (2006). Co-morbidity of schizophrenia and substance abuse: Implication for treatment. Journal of Counseling and Clinical Psychology, 60, 845-856
Docherty, N. M., Hall, M. J & Gordiner, S. W (1998). Affective reactive of speech in schizophrenia patients and their nonschizophrenics relatives. Journal of Abnormal Psychology, 107, 461-467
m.merdeka.com/persitiwa/banyak-orang-berpikir-skizofrenia-karena-gangguan-jin.html
m.merdeka.com/peristiwa/di-indonesia-ada-18-ribu-penderita-gangguan-jiwa-berat-dipasung.html

Sabtu, 15 November 2014

Sejarah Jilbab di Indonesia

Negara Indonesia merupakan negara Muslim terbesar di dunia. Meskipun hanya 88% penduduknya beragama Islam, Indonesia bukanlah negara Islam. Besarnya jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia tentunya berpengaruh pada kultur masyarakatnya, terutama pada kaum perempuan. Sebagian besar kaum perempuan atau muslimah di Indonesia menggunakan pakaian panjang atau pakaian muslimah dan jilbab sebagai salah satu alternatif untuk menutup aurat. Tahun 1970-an tercatat sebagai tahun munculnya gelombang kebangkitan pemeluk Islam di dunia internasional yang gaungnya merambah ke segala penjuru dunia, termasuk Indonesia. Selama tahun 80 sampai 90-an jumlah pemakai jilbab terus bertambah, utamanya di kalangan mahasiswa dan pelajar. Tepatnya tiga puluh tahun lalu, saat jilbab serta busana muslim masuk ke belantika mode Indonesia. Penggunaannya masih di anggap gagap dan kurang pergaulan. Desainer yang serius menggarap jilbab dan busana muslim pun masih bisa di hitung dengan jari.
Namun sekarang, dengan cepat jilbab dan busana muslim dapat beradaptasi, bahkan timbul istilah baru yakni hijab (jilbab modis). Dengan menyerap tren yang ada di medan mode kontemporer seperti eksplorasi fashion timur tengah, etnik tradisional dan fashion internasional. Serta peran media massa dan internet yang sangat berpengaruh karena dapat memberikan informasi-informasi tren masa kini seputar jilbab dan busana muslim. Contohnya Youtobe yang bisa mengajarkan bagaimana cara mengeksplorasi dan mengkreasikan jilbab dan hijab. Sekarang bisa ditemukan banyak sekali tutorial jilbab dan hijab di Youtobe, baik yang berbahasa Inggris ataupun Indonesia. Cara memasang jilbab pasmina, jilbab segi empat, jilbab segitiga, jilbab langsung dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sejak selebritis Indonesia, Inneke Koesherawati yang sebelumnya adalah seorang ikon seks memutuskan untuk berhijab pada akhir tahun 1990-an. Hasilnya jilbab, hijab dan busana muslim menciptakan tren dalam dunia fashion Indonesia. Kondisi muslim/muslimah negara Indonesia yang lebih moderat dan toleran dibandingkan negara lainnya, menciptakan perubahan dalam segi kultur masyarakat.
Menurut Suzanne April Brenner, jilbab di Indonesia merupakan suatu peristiwa 100% modern, bahkan terlampau modern dimana perempuan berjilbab merupakan suatu tanda globalisasi, suatu lambang identifikasi orang Islam di Indonesia dan negara-negara lain di dunia modern ini, menolak tradisi lokal dalam hal berpakaian sekaligus juga menolak hegemoni dan fashionible Barat.
Hingga sampai hari ini pandangan orang mengenai jilbab terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama, yang tampaknya merupakan kelompok mayoritas adalah perempuan Islam yang senantiasa mengikuti perkembangan mode tanpa memperdulikan ketentuan-ketentuan syariat dalam hal menutup aurat. Mereka masih beranggapan bahwa jilbab itu kuno, ketinggalan zaman dan sebutan-sebutan lain yang kurang simpatik. Kelompok kedua diisi oleh perempuan Islam yang mengenakan jilbab secara kaku tanpa memperdulikan dan menafikan pentingnya mode jilbab, karena selama ini istilah mode menurut mereka mengandung konotasi jahili. Di antara kedua kelompok ini berkumpul wanita-wanita Islam Islam yang merasa terpanggil untuk berjilbab sesuai dengan tuntunan syariat, tetapi tidak menjauhkan diri dari mode busana wanita yang tengah berkembang.

REFERENSI
www.en.wikipedia.org
www.syariahpublications.com, Jilbab Antar Gaya dan Rekontruksi Diri, akses 2 September 2008, halaman 1
www.ajang-kita.com, Jilbab,Antara Gaul dan Pembungkus Aurat, akses 1 September 2008, halaman 1
Surtiretna, Nina, (1993) Anggun Berjilbab, Bandung: Al-Bayan

Senin, 03 November 2014

Analisis Kasus Tessy Konsumsi Narkoba (2014) Berdasarkan Perpektif Psikologi

I. Gambaran Kasus
Tepatnya hari Jumat tanggal 23 Oktober 2014 sekitar jam 22.00 WIB. Tessy ditangkap oleh jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkotika IV Bareskrim Polri di kawasan Bekasi. Tessy atau pemilik nama asli Kabul Basuki tersandung kasus narkotika jenis sabu. Tessy pelawak yang berusia 66 tahun ini ditangkap bersama 3 orang lainnya karena terbukti telah membawa narkoba. Berdasarkan pengakuannya kepada polisi, Tessy sudah lima kali berpesta narkoba bersama kedua rekannya Pudji Sapto dan Ahmad Jamhari. Barang bukti berupa dua bungkus sabu seberat 1,6 gram telah ditemukan polisi di jok belakang mobilnya, tepatnya di dalam kotak kacamata. Selain itu juga telah diamankan barang bukti lain berupa alat penghisap sabu (mong), satu mobil milik Tessy, handphone ketiga tersangka, buku tabungan milik Tessy dan print out rekening tiga bulan terakhir milik Pudji Sapto. Karena perbuatannya itu Tessy dijerat pasal berlapis dan terancam hukuman paling lama 20 tahun penjara atau seumur hidup sebab memiliki dan mengkonsumsi barang haram tersebut. Berdasarkan alat bukti yang ditemukan, Tessy melanggar pasl 114 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) juncto pasal 132 ayat (1) lebih subsider pasal 127 Undang-Undang RI No 35 tahun 2009 dengan hukuman minimal 4 tahun. Sementara untuk kedua tersangka lainnya yaitu, Pudjo dan Jamhari dijerat pasal 114 ayat (1) juncto pasal 132 ayat (1), subsider pasal 112 ayat (1) juncto pasal 132 ayat (1) lebih subsider pasal 131 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Yang mengejutkan, Tessy ternyata mencoba untuk bunuh diri ketika di grebek polisi. Agus Riyanto Kombes Polisi mengatakan Tessy sempat meminta izin ke kamar mandi saat akan diamankan. Tapi ternyata ketika berada di dalam kamar mandi dia meminum cairan pembersih untuk kloset. Tessy sempat mengeluh sakit begitu keluar dari kamar mandi dan langsung muntah-muntah. Karena percobaan bunuh diri ini, mulai dari kerongkongan, lambung dan usus 12 jari Tessy bermasalah. Tessy langsung dilarikan ke Rumah Sakit Polri Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk menjalani perawatan atas percobaan bunuh dirinya. Meski sekarang kondisinya sudah membaik, namun masih belum terlalu maksimal dalam berkomunikasi. Butuh waktu satu sampai dua pekan untuk bisa menyembuhkan luka ditenggorokannya. Sebenarnya Tessy bukan anggota srimulat pertama yang terjerat kasus narkoba. Sebelumnya, sahabat Tessy sesama anggota srimulat juga berurusan dengan barang haram tersebut. Sebut saja Gogon, Doyok  dan Polo pernah merasakan dinginnya penjara karena kasus yang sama. Bahkan, Polo sudah dua kali berurusan dengan narkoba. Ketika teman-temannya tersebut berkesempatan untuk menjenguk Tessy di ruang Cendrawasih I Rumah Sakit Polri Soekanto mereka mengungkapkan perihal ketidaktahuan mereka akan kebiasaan Tessy mengonsumsi narkoba. Di akui mereka bahwa ketika bertemu tanggal 19 Oktober silam, tidak ada yang aneh dari Tessy. Apa sebab sehingga Tessy nekat mengonsumsi narkoba juga tak mereka ketahui. Banyak rumor yang mengatakan bahwa faktor sepi pekerjaan menjadi salah satunya. Akan tetapi hal tersebut disanggah oleh Nunung. Ketika diwawancarai, Nunung mengatakan untuk off air masih ramai, Cuma memang tidak muncul di TV saja. Doyok pun menyarankan untuk mengklarifikasi secara langsung kepada Tessy. Tanya kepada Tessy kalau dia sudah sehat. Sampai sekarang tidak ada yang tahu latar belakang yang pasti penyebab Tessy Srimulat mengonsumsi sabu. Gogon, sahabat seperjuangan Tessy mengungkapkan bahwa alasan Tessy mengonsumsi Sabu kemungkinan besar karena sepi tawaran pekerjaan. Mungkin juga mantan tentara (TNI Angkatan Laut untuk pembebasan Irian Barat pada tahun 1961-1963) itu masih merasa terbebani karena kasus dengan KPI beberapa tahun lalu. Yakni kasus mengenai teguran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terhadap Tessy (akhir tahun 2008) karena perannya yang meniru perilaku setengah laki-laki dan setengah perempuan itu. KPI juga beranggapan leluconnya di anggap jorok, berlebiha dan melecehkan wanita. Banyolan Tessy yang di semprit KPI itu saat dia memakai balon berisi air sebagai payudara kemudian dia sodor-sodorkan ke lawan main prianya. Sempat dia mengatakan, sejak di singgung KPI, sangat jarang tawaran pekerjaan datang. Hal ini tidak membuat dia kesal. Hanya saja dia menilai kebijakan KPI ini sebagai pembunuhan karakter sekaligus mematikan rezekinya. Tessy sangat menyayangkan keputusan itu. Dia merasa tidak mendapatkan keadilan. Kenapa KPI menegurnya sementara tokoh-tokoh lain di luar Srimulat yang kadang jauh lebih kelewetan malah di diamkan.

II. Hasil Analisa Kasus
Saya memilih kasus ini sebagai bahan dalam melengkapi tugas ulangan tengah semester kesehatan mental karena saya melihat di Indonesia sekarang sangat banyak sekali artis-artis yang tersangkut dengan kasus NAPZA (Narkoba Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya) dengan berbagai macam latar belakang. Mulai dari hanya sekedar mencoba-coba hingga akhirnya kecanduan, terpengaruh dengan lingkungan yang hedonis dan pergaulan yang akrab dengan obat-obatan atau karena anggapan bahwa narkoba dapat menghilangkan rasa lelah dan stres yang mereka alami. Seorang artis yang sering menjadi sorotan publik seharusnya bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Tessy bukan satu-satunya artis yang tersangkut kasus narkoba. Sangat banyak sekali artis-artis di Indonesia yang sudah tersangkut kasus narkoba. Memang kasus narkoba sekarang sangat memprihatinkan. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Anang Iskandar, mengatakan di dunia ada 315 juta orang usia produktif atau berumur 15 sampai 65 tahun yang menjadi pengguna narkoba. Data ini berdasarkan UNODC, yaitu organisasi dunia yang menangani masalah narkoba dan kriminal. Selain itu, ada 200 juta orang meninggal dunia setiap tahunnya akibat narkoba. Hal ini diakibatkan karena akibat jumlah narkoba yang beredar cukup besar dan pengguna narkoba yang memperoleh pemulihan masih relatif kecil. Sementara, di Indonesia sendiri angka penyalahgunaan narkoba mencapai 2,2 persen atau 4,2 juta orang pada tahun 2011. Mereka terdiri dari pengguna coba pakai, teratur pakai, dan pecandu. Meskipun begitu, menurut Anang, pada aspek pemberantasan peredaran gelap narkoba, menunjukkan adanya peningkatan hasil pengungkapan kasus dan tersangka kejahatan serta pengungkapan tindak pidana pencucian uang yang berasal dari kejahatan narkoba. Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, telah terungkap 108.107 kasus kejahatan narkoba dengan jumlah tersangka 134.117 orang. Hasil pengungkapan tindak pidana pencucian uang sebanyak 40 kasus dngan nilai aset yang disita sebesar Rp163,1 miliar. Sementara untuk upaya pencegahan, kata Anang, telah dilakukan upaya peningkatan ekstensifikasi dan intensifikasi komunikasi, informasi dan edukasi mulai dari kalangan usia dini sampai dewasa di seluruh pelosok Indonesia. Pencegahan itu dilakukan dengan memanfaatkan sarana media cetak, online, elektronik maupun tatap muka secara langsung kepada masyarakat. 
Fakta-fakta tersebut mengartikan bahwa narkoba di Indonesia adalah kasus yang sangat memprihatinkan, sampai-sampai banyak artis top Indonesia yang tersandung kasus narkoba. Seperti pesinetron Revaldo (2006), Roy Martin (2007), Gary Iskak pemain film d’Bijis (2007), Sammy vokalis Kerispatih (2010), Yoyo Padi (2011), Andika vokalis Kangen Band (2011) dan masih banyak yang lainnya.
Menurut saya, banyak alasan yang mengakibatkan seseorang masuk kedalam dunia obat-obatan terlarang. Namun untuk kasus yang saya ambil mengenai Tessy Srimulat. Saya lebih yakin bahwa penyebab dia menikmati barang haram itu karena Coping Stres. Tessy mencoba untuk mencari pelarian atau pelampiasan yang dia rasa jika dia melakukan hal tersebut maka perasaan lebih tenang dan damai dari stres akan datang. Stres didefinisikan oleh Lazarus dan Folkman (1984) dalam Townsend (2003) sebagai hubungan antara seseorang dengan lingkungannya yang dinilai oleh individu tersebut sebagai harga atau sesuatu yang di luar kemampuannya yang dapat membahayakan kesejahteraaannya. Selye (1976) dikutip dari Lewis, Heitkemper dan Dirksen (2004) menyatakan stres adalah segala situasi dimana tuntutan non spesifik mengharuskan seorang individu untuk berespon atau melakukan tindakan. Sedangkan Coping didefinisikan sebagai upaya kognitif yang berubah secara konstan untuk mengelola tindakan tuntutan eksternal dan atau internal tertentu yang dinilai berat dan melebihi sumber daya (kekuatan) seseorang (Lazarus & Folkman, 1984). 
Strategi coping stres merupakan suatu upaya indivdu untuk menanggulangi situasi stres yang menekan akibat masalah yang dihadapinya dengan cara melakukan perubahan kogntif maupun perilaku guna memperoleh rasa aman dalam dirinya sendiri. Coping yang efektif umtuk dilaksanakan  adalah coping yang membantu seseorang untuk mentoleransi dan menerima situasi menekan dan tidak merisaukan tekanan yang tidak dapat dikuasainya (Lazarus & Folkman). 
Menurut Lazarous dan koleganya (Lazarous dan Folkman, 1984). mengidentifikasi dimensi coping menjadi dua yaitu
1. Coping yang berfokus pada masalah (problem focused coping)
Yaitu mencakup tindakan secara langsung untuk mengatasi masalah atau mencari informasi yang relevan dengan solusi.
2. Coping yang berfokus pada emosi ( emotion focused coping)
Merujuk pada berbagai upaya untuk mengurangi berbagai reaksi emosional negatif terhadap stres, contohnya dengan mengalihkan perhatian dari masalah, melakukan relaksasi, atau mencari rasa nyaman dari orang lain.
Jenis-jenis coping yang konstruktif dan destruktif
1. Coping yang bersifat destruktif adalah coping yang bersifat merusak, ataupun menimbulkan efek negatif pada diri kita. Coping negatif dapat menimbulkan persoalan lagi di kemudian hari.
2. Coping yang bersifat konstruktif adalah coping yang baik dan bermanfaat. Koping positif ini digunakan agar bisa menjadi lebih dewasa, matang dan bahagia. Seperti melakukan hal yang positif, melakukan hobi seperti memasak, menyanyi, latihan menari dan sebagainya.
Tessy termasuk orang yang melakukan coping stres secara desktruktif, dia menggunakan narkoba dengan harapan bisa lebih tenang dan melupakan permasalahannya sejenak. Namun sebenarnya coping negatif dapat menimbulkan permasalahan lagi di kemudian hari. Itu kenapa dia di tangkap oleh Polisi ketika sedang mengonsumsi narkoba. 


III. Referensi :
Jess, Gregory Feist, 2010, Teori Kepribadian Edisi 7. Jakarta: Salemba Humanika
http://pamangsah.blogspot.com/2008/10/strategi-coping-pengguna-narkotika-dan.html
http://www.tempo.co/read/news/2014/10/28/064617739/Nyabu-Pelawak-Tessy-Ditangkap-Polisi
http://nasional.news.viva.co.id/news/read/516363-bnn--pengguna-narkoba-di-indonesia-capai-4-2-juta-orang
http://dedeh89-psikologi.blogspot.com/2013/04/koping-coping-stress.html
http://silvinamar.wordpress.com/2013/04/19/coping-stress-mengatasi-situasi-menekan/

Jumat, 17 Oktober 2014

Pandangan Saya Mengenai Sinetron Ganteng Ganteng Serigala ‘14



Akhir-akhir ini pertelevisian Indonesia di hebohkan oleh kabar berita tentang Penghentian sementara penayangan sinetron Ganteng Ganteng Serigala (GGS) di SCTV oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) selama tiga hari berturut-turut (21, 22 dan 23 Oktober 2014). Hal ini sangat menarik untuk diperhatikan karena dari pihak Komisi Penyiaran Indonesia sendiri menjelaskan secara terang-terangan bahwa sinetron Ganteng Ganteng Serigala (GGS) telah melakukan pelanggaran pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) pada tayangan 16 Agustus 2014. Pada episode tersebut sinetron ini menayangkan adegan seorang remaja perempuan melompat ke dalam api serta adegan remaja laki-laki dan remaja perempuan yang mengenakan seragam sekolah berpelukan di lingkungan sekolah. Padahal, adegan bermesraan dan berpelukan dengan menggunakan seragam sekolah di lingkungan sekolah ini sebelumnya sudah ditemui di tanggal 30 Mei 2014. Maka dari itu KPI berkesimpulan bahwa sinetron Ganteng Ganteng Serigala bertentangan dengan etika yang ada di lingkungan pendidikan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 6 ayat 2 huruf b dan Pasal 37 ayat 1 dan 2 SPS. Dikarenakan sinetron Ganteng Ganteng Serigala ini telah mendapat sanksi administratif sebanyak 2 (dua) kali, yakni pada 20 Mei 2014 dan 16 Juni 2014, maka pelanggaran yang timbul selanjutnya mengakibatkan sinetron ini harus dihentikan sementara.
Sementara itu menurut pandangan Piaget (Ilmuwan Psikolog berkebangsaan Swiss), terdapat dua proses yang mendasari perkembangan seorang individu, yakni melalu Asimilasi dan Akomodasi. Asimilasi adalah ketika individu menggabungkan suatu informasi yang di terima kedalam pengetahuan mereka yang sudah ada. Sedangkan Akomodasi adalah individu menyesuaikan diri dengan dengan informasi tersebut. Dari dua proses itulah seorang individu belajar. Terlebih lagi pada masa anak-anak, proses pembelajaran melalui asimilasi dan akomodasi tersebut terjadi berangsur-angsur. Anak belajar dari apa yang mereka tonton sehari-hari. Sehingga saya merasa bahwa permasalahan penayangan sinetron Ganteng Ganteng Serigala ini patut untuk di bawa ke permukaan dan ditindak lanjuti. Mengingat isi dan komposisi dari sinteron tersebut sangat tidak mendidik.
Selain itu, para orang tua zaman sekarang sebaiknya lebih memperhatikan dan menyeleksi tayangan-tayangan yang berkualitas untuk anak-anaknya bukan malah ikut-ikutan keasikan nonton Sinetron yang isinya hanya khayalan belaka. Pikiran orang tua sebaiknya lebih terbuka akan pentingnya pengaruh tontonan televisi terhadap perkembangan kognitif dan emosi anak. Kemudian guru di sekolah, guru dapat menjelaskan kepada siswa-siswi nya bahwa tidak ada manfaat menonton tayangan sinetron Ganteng Ganteng Serigala dan sejenisnya, yang ada hanyalah keuntungan yang di dapat oleh pihak produsen dan sebaliknya guru bisa memberikan rekomendasi tayangan apa saja yang layak dan bermanfaat untuk di tonton. Ini semua kita lakukan demi mencerdaskan bangsa kita. Boleh menonton, namun jadikan tontonan tersebut hanya sebagai hiburan semata dan ditonton untuk di saat-saat tertentu saja. Bukan untuk di tiru ataupun di terapkan di kehidupan kita. Karena mengingat banyak aspek-aspek negatif yang akan timbul jika kita mengimplementasikan hal tersebut di kehidupan kita. Misalnya agresifitas yang meningkat, pergaulan bebas, hedonisme dan sebagainya.

Referensi
http://spiritriau.com/view/Pendidikan/15432/KPI-Hentikan--Sinetron-Ganteng-ganteng Serigala.html#.VDwEOxa0PIU
http://tabloidbintang.com/articles/film-tv-musik/kabar/13463-kpi-berhentikan-sinetron-gantengganteng-serigala
http://rideralam.com/2014/10/12/akhirnya-kpi-hentikan-tayangan-sinetron-ganteng-ganteng-srigala