Friday, 8 November 2013

Sejarah Filsafat Yunani


SEJARAH  FILSAFAT

Pembimbing ke filsafat tak akan lengkap tanpa sepatah kata tentang perkembangan filsafat sepanjang sejarah. Sejarah filsafat ialah penyelidikan ilmiah mengenai perkembangan filsafat dari seluruh bangsa manusia dalam sejarah. Jadi, sejarah filsafat itu belumlah “filsafat”, sejarah filsafat hanyalah “sejarahnya” Berbicara tentang kelahiran dan perkembangan filsafat pada awal kelahirannya tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan (ilmu) pengetahuan yang munculnya pada masa peradaban kuno (masa yunani). Dalam sejarah filsafat biasanya filsafat yunani dimajukan sebagai pangkal sejarah filsafat barat, karena dunia barat (Erofa Barat) dalam alam pikirannya berpangkal kepada pemikiran yunani. Pada masa itu ada keterangan-keterangan tentang terjadinya alam semesta serta dengan penghuninya, akan tetapi keterangan ini berdasarkan kepercayaan. Ahli-ahli pikir tidak puas akan keterangan itu lalu mencoba mencari keterangan melalui budinya.

MASA YUNANI KUNO

Orang yang mendapatkan kehormatan untuk di gelari sebagai filsuf pertama adalah Thales. Tentang orang Miletos ini di ceritakan bahwa tidak pernah ia menuliskan pemikirannya. Kecuali filsuf-filsuf berikut yaitu Anaximandros dan Anaximenes yang memang membukukan pemikiran mereka, tetapi sayang nya semua karangan itu kemudian hilang. Kira-kira satu abad kemudian di Ephesos, juga sebuah kota perantauan di Asia Kecil, seorang Yunani lain masih tetap memikirkan soal-soal yang sama, seperti Herakleitos. Ia menyangka bahwa api merupakan asas pertama yang merupakan dasar dari segala sesuatu yang ada.
Orang yunani yang hidup pada abad ke-6 SM mempunyai sistem kepercayaan bahwa segala sesuatunya harus diterima sebagai sesuatu yang bersumber pada mitos atau dongeng-dongeng. Artinya suatu kebenaran lewat akal pikir (logis) tidak berlaku, yang berlaku hanya suatu kebenaran yang bersumber dari mitos  (dongeng-dongeng. Setelah abad ke-6 SM muncul sejumlah ahli pikir yang menentang adanya mitos. Mereka menginginkan adanya pertanyaan tentang isteri alam semesta ini, jawabannya dapat diterima akal (rasional). Keadaan yang demikian ini sebagai suatu demitiologi, artinya suatu kebangkitan pemikiran untuk menggunakan akal pikir dan meninggalkan hal-hal yang sifatnya mitologi.upaya para ahli pikir untuk mengarahkan kepada suatu kebebasan berfikir , ini kemudian banyak orang mencoba membuat suatu konsep yang dilandasi kekuatan akal pikir secara murni, maka timbullah peristiwa ajaib The Greek Miracle yang artinya dapat dijadikan sebagai landasan peradaban dunia. Pelaku filsafat adalah akal dan musuhnya adalah hati. Pertentangan antara akal dan hati itulah pada dasarnya isi sejarah filsafat. Di dalam sejarah filsafat kelihatan akal pernah menang, pernah kalah, hati pernah berjaya, juga pernah kalah, pernah juga kedua-duanya sama sama-sama menang.Diantara keduanya , dalam sejarah, telah terjadi pergugumulan berebut dominasi dalam mengendalikan kehidupan manusia.
Yang dimaksud dengan akal disini ialah akal logis yang bertempat di kepala, sedangkan hati adalah rasa yang kira-kira bertempat di dalam dada.akal itulah yang menghasilkan pengethauan logis yang disebut filsafat, sedangkan hati pada dasarnya menghasilkan pengetahuan supralogis yang disebut pengetahuan mistik, iman termasuk disini. Ciri umum filsafat yunani adalah rasionalisme yang dimana mencapai puncaknya pada orang-orang sofis.
Terdapat tiga faktor yang menjadikan filsafat yunani ini lahir, yaitu:
          1.Bangsa yunani yang kaya akan mitos (dongeng), dimana mitos dianggap sebagai awal dari uapaya orang untuk mengetahui atau mengerti. Mitos-mitos tersebut kemudian disusun secara sistematis yang untuk sementara kelihatan rasional sehingga muncul mitos selektif dan rasional, seperti syair karya Homerus, Orpheus dan lain-lain.
        2.Karya sastra yunani yang dapt dianggap sebagai pendorong kelahiran filsafat yunani, karya Homerous mempunyai kedudukan yang sangat penting untuk pedoman hidup orang-orang yunani yang didalamnya mengandung nilai-nilai edukatif
       3.Pengaruh ilmu-ilmu pengetahuan yang berasal dari Babylonia (Mesir) di lembah sungai Nil, kemudian berkat kemampuan dan kecakapannya ilmu-ilmu tersebut dikembangkan sehingga mereka mempelajarinya tidak didasrkan pada aspek praktis saja, tetapi juga aspek teoritis kreatif.
Dengan adanya ketiga faktor tersebut, kedudukan mitos digeser oleh logos (akal), sehingga setelah pergeseran tersebut filsafat lahir.
            Periode yunani kuno ini lazim disebut periode filsafat alam. Dikatakan demikian, karena pada periode ini ditandai dengan munculnya para ahli pikir alam, dimana arah dan perhatian pemikirannya kepada apa yang diamati sekitarnya.mereka membuat pertanyaan-pertanyaan tentang gejala alam yang bersifat filsafati (berdasarkan akal pikir) dan tidak berdasarkan pada mitos. Mereka mencari asas yang pertama dari alam semesta (arche) yang sifatnya mutlak, yang berada di belakang segala sesuatu yang serba berubah.

MASA KEEMASAN YUNANI

Berawal dari abad 300an para filsuf Yunani semakin bertambah, seperti tokoh-tokoh berikut :
1).PLATO
Plato di lahirkan di Athena dalam kalangan bangsawan. Sejak masa mudanya ia mengagumi Sokrates dan ia sangat di perngaruhi olehnya. Ia mempunyai bakat besar sebagai pengarang. Plato memiliki 24 dialog yang merupakan murni dari hasil penanya, karya tersebut dianggap termasuk kesustraan dunia. Sekita 387 sebelum Masehi, ia mendirikan sebuah sekolah filsafat yang di beri nama Akademia. Menurut pendapat plato, realitas seluruhnya seakan-akan terbagi atas dua dunia, dunia yang hanya terbuka bagi resiko kita dan dunia yang hanya terbuka bagi panca indera kita. Dunia pertama terdiri dari ide-ide dan dunia kedua adalah jasmani. Plato juga berpendapat bahwa kesengsaraan dunia tidak akan berakhir sebelum filosof menjadi raja, atau raja-raja menjadi filosof.
Oleh karena itu jika di cari titik temu dan keseimbangan nya pada zaman sekarang ini, Plato menginginkan negarawan menjadi filosof dan filosof menjadi negarawan. Plato membagi struktur sosial masyarakat menjadi tiga golongan besar, yaitu:
a. Kelompok Filosof yang senantiasa memikirkan kebaikan termasuk dalam mengkaji keberadaan sebagai suatu Negara yang baik, kelompok ini berbicara tentang kebijaksanaan dan moral.
b. Kelompok Prajurit yang senantiasa memikirkan kebenaran, sehingga tugasnya adalah mengawasi dan menjaga keamanan. Di kelompok ini lahir kajian strategi perang dan permainan politik.
c. Kelompok masyarakat jelata yang menopang kehidupan ekonomi rakyat, seperti petani, buruh, tukang, pedagang. Dari kelompok ini lahir serba serbi kehidupan yang multi dimensional dan seni dari keberagaman kelompok.
2).ARISTOTELES
Aristoteles (384-322) berasal dari Stageira di daerah Thrake, Yunani Utara. Ia belajar dalam Akademia Platio di Athena dan tinggal di sana sampai Plato meninggal. Plato berpendapat bahwa kemiskinan adalah bapaknya revolusi dan dia juga mengatakan bahwa barang siapa yang sudah merenungi berbagai hal dalam seni memerintah manusia (public), maka yang bersangkutan pasti yakin bahwa nasib suatu imperium tergantung pada pendidikan generasi penerusnya. Tuhan baginya muncul karena intelektual manusia belaka, bila alam semesta, bermula dari Tuhan maka awalnya dapat di usut dengan mengetahui Tuhan itu sendiri. Tetapi karena kita tidak dapat menjelaskan akar-akar misterius dan rasionalitas manusia, maka ahli-ahli agama mengandaikan bahwa mengenal sesuatu yang rasional adalah sudah mengenal Tuhan. Sehingga rasionalitas alam menjadi serba mistik karena mencampur-adukkan alam dengan Tuhan. Dalam mengaitkan kebenaran Tuhan dan kebenaran manusia inilah tampak perjalanan paradigma ilmu politik menurut kacamata Aristoteles, yaitu kajian awal dari ilmu filsafat yang dimulai dari pemikiran teokrasi kemudian menuju rasionalitas.
3).ATHENA DAN SOFISTIK
            Sekitar pertengahan abad ke 5 sebelum masehi. Athena menjadi pusat baru seluruh kebudayaan Yunani. Pada waktu itu dalam bidang politik, Athena memainkan peranan besar di bawah pimpinan Perikles. Mulai waktu ini filsafat pun berpusat di Athena. Di samping itu terdapat juga suatu golongan yang biasanya di sebut dengan golongan Sofistik. Pengikutnya di namakan Sofis. Menurut salah seorang Sofis, Protagopas namanya, manusia adalah ukuran untuk segala-galanya. Tidak ada sesuatu pun yang benar, baik, bagus pada dirinya. Semuanya dianggap benar, baik atau bagus dalam hubungannya dengan manusia.
4).SOKRATES
            Sokrates (470-399) menentang ajaran para Sofis. Ia membela yang benar dan yang baik sebagai nilai-nilai objek yang di terima dan di junjung tinggi oleh semua orang. Dalam sejarah umat manusia, Sokrates merupakan contoh istimewa selaku filsuf yang jujur serta berani. Karena keberanian itu Sokrates akhirnya di jatuhi hukuman mati. Ia dihukum untuk meminum cawan berisi racun. Sokrates mempunyai jasa-jasa besar bagi filsafat barat, sebab ia menyelamatkan pemikiran Yunani yang masih muda dari krisis yang diakibatkan oleh Sofistik. Sokrates sendiri tidak meninggalkan karangan-karangan.

MASA HELLENISTIS DAN ROMAWI

            Berawal dari Alexander Agung yang mendirikan suatu kerjaan besar yang meliputi bukan saja seluruh kawasan Yunani, tapi juga kerjaan Timur. Sesudah kematian Alexander pada tahun 323 sebelum Masehi. Pada masa ini tidak lagi ada pemikir-pemikir filsafat yang besar kecuali Platinos. Pengaruh filsafat pada zaman ini di sebarkan melalui unsur pendidikan. Seperi sekolah-sekolah filsafat di Athena seperti Akademia dan Lykeion. Pada umumnya di sekolahan tersebut di tekankan tentang soal-soal etika, bagaimana manusia harus mengatur tingkah lakunya untuk hidup bahagia.
1).STOISISME
            Menurut stoisesme, jagat raya dari dalam sama sekali di tentukan oleh suatu kuasa yang di sebut “Logos” (rasio). Oleh karenanya semua kejadian dalam alam berlangsung menurut ketetapan yang tak dapa dielakkan. Jika manusia mengambil bagian dalam “Logos” yang tak dapat dielakkan. Seorang yang hidup menurut prinsip-prinsip Stoisisme, sama sekali tidak memperdulikan kematian dan segala malapetaka lain, karena ia insyaf bahwa semuanya itu akan terjadi menurut keharusan mutlak. Mungkin karena cocok dengan tabiat Romawi yang bersifat agak pragmatis, di kemudian hari Stoisisme mengalami sukses besar dalam kekaisaran Romawi. Dua orang Romawi yang terkenal sebagai pengikut mazhab Stoa ialah Seneca (2-65) dan Kaisar Marcus Aurelius (121-180).
 2).EPIKURISME
            Epikuros (341-270) berasal dari Pulao Samos dan mendirikan sekolah filsafat baru di Athena. Ia menghidupkan kembali  Atomisme Demokratos. Menurut pendapat Epikuros, segala-galanya tediri dari atom-atom yang senantiasa bergerak dan secara kebetulan tubrukan yang satu dengan yang lain.
3).SKEPTISISME
            Skeptisisme tidak merupakan suatu aliran yang jelas, melainkan suatu tendensi agak umum yang hidup terus sampai akhir masa Yunani Kuno. Mereka berpikir bahwa dalam bidang teoritis manusia tidak sanggup mencaoai kebenaran. Sikap Umum mereka adalah kesangsian. Pelopor Skeptisisme di Yunani adalah Pyrho (365-275).
4).NEOPLATONISME
            Puncak terakhir dalam sejarah Filsafat Yunani adalah ajaran yang di sebut “Neoplatonisme”. Filsuf yang menciptakan sintesa itu bernama Plotinos (203/4-269/70). Seluruh system Plotinos berkisar pada konsep kesatuan. Atau dapat juga kita katakana bajwa seluruh system filsafat Plotinos berkisar pada Allah SWT, sebab Allah SWT di sebutnya dengan nama yang satu. Oleh karenanya dalam realitas seluruhnya tedapat gerakan dua arah,  dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Marilah kita membeberkan lebih lanjut kedua arah ini.

MASA PATRISTIK YUNANI

            Nama Patristik berasal dari kata latin patres yang menunjuk kepada Bapa-bapa Gereja, berarti pujangga-pujangga Kristen dalam abad pertama tarikh Masehi yang meletakkan dasar intelektual untuk agam Kristen. Orang yang di gelari filsuf Kristen pertama adalah Justin Martyr (abad 2). Pada jaman keemasan patristic Yunani, gereja Kristen mengalami penganiyayaan terus menerus dari pihak penguasa-penguasa Romawi. Kira-kira pada tahun 500 diterbitkan beberapa karangan yang di kenakan kepada seseorang yang bernama Dionysios Areopagita dari Areopagos. Yang di maksudkan dengan nama ini adalah orang yang masuk agama Kristen karena pewartaan Rasul Paulus di Athena, sebagaimana yang diceritakan dalam Kisah Para Rasul 17:34. Jadi, orang ini hidup dalam abad pertama sebelum Masehi. Tetapi karangan-karangan tersebut sangat dipengaruhi oleh alam pikiran Neoplatonis. Masa Yunani Patristik berakhir dengan Johannes Damascenus (awal abad 8). Ia mengarang suatu karya yang berjudul Sumber Pengetahuan di mana dengan cara sistematis diuraikan seluruh Patristik Yunani.

ABAD PERTENGAHAN

            Disebut juga dengan filsafat Scholastik. Kata ini ini diambil dari kata schuler yang berarti ajaran atau sekolahan. Hal ini karena sekolah yang diadakan oleh Karrel Agung yang mengajarkan apa yang diistilahkan  sebagai artes liberals meliputi pelajaran gramatika, geometri, aritmatika, astronomia, musika dan dialektika (logika) dan meliputi seluruh filsafat.
            Filsafat abad  pertengahan (476-1492 M) dapat dikatakan sebagai abad gelap, karena pendapat ini didasarkan pada pendekatan sejarah Gereja. Memang pada saat itu, tindakan gereja sangat membelenggu kehidupan manusia, sehingga manusia tidak lagi mendapatkan kebebasan untuk mengembangkan potensi dalam dirinya. Para ahli fikir  pada saat itu tidaak memiliki kebebasan berfikir. Pada abad ini, apabila terdapat pemikiran-pemikiran yang yang bertentangan dengan ajaran gereja, maka orang yang mengungkapakan pemikiran tersebut akan mendapat hukuman yang berat. Pihak gereja melarang adanya penyelidikan-penyelidikan berdasarkan rasio terhadap agama. Karena itu, kajian terhadap  agama (teologi) yang tidak berdasarkan ketentuan gereja akan mendapat larangan yang ketat,yang berhak mengadaknan penyelidikan penyelidikan terhadap agama hanyalah pihak gereja.
Secara garis besar filsafat abad  pertengahan dapat dibagi dua periode, yaitu periode Scholastik islam dan periode Scholastik kristen.
a. Filsafat Scholastik Islam (Arab)
            Menurut Hasbullah Bakry, istilah Scholastik jarang dipakai dalam islam. Mereka lebih sering sering menggunakan istilah filsafat islam.antara kedua ilmu tersebut dalam pembahasannya dipisahkan. Sampai pertengahan abad ke-12 orang-orang Barat belum pernah mengenal filsaafat Aristoteles secara keseluruhan. Scholastik islamlah yang membawakan perkembangan filsafat ke Barat. Orang-orang barat mengenal Aristoteles adalah berkat tulisan dari pikir islam terutama daari Ibnu Rusyd. Yang dimaksud dengan para ahli pikir islam (periode Scholastik Islam) yaitu, Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, Al-Ghazali, Ibnu Rusyd dan lainnya.
1.Al-Kindi (801-865 M)
Nama lengkapnya adalah Abu Yusuf Ya’qub Ibn Ishaq Al-Kindi. Lahir di Kuffah pada tahun 796 M dan meninggal di Baghdad tahun 873 M. Ia adalah pertama yang memasukkan filsafat  sebagai salah satu ilmu  ke islaman, seteelah ia menyesuaikannya dengan Islam.Beliau berpendapat bahwa Agama dan filsafat masing-masing mencari kebenaran, filsafat yang paling tinggi dan paling mulia adalah filsafat utama (metafisika), yakni mengetahui kebenaran pertama yang merupakan sebab dari segala kebenaran. Dalam metafisika, Al-Kindi pada umumnya menyetujui pendapat Aristoteles dan Neo-Platonisme. Menurut Al-Kindi, tuhan tidak mempunyai hakikat dalam arti aniah dan mahiyah. Tuhan tidak aniah karena tuhan tidak termasuk dalam benda-benda yang ada dalam alam, ia adalah pencipta alam. Al-Kindi tetap pada prinsip teologi islam bahwa semua diciptakan oleh Tuhan dan Tuhan di atas ketntuan hukum alam.
2.Al-Farabi (870-950 M)      
         Nama lengkapnya Abu Nasr Muhammad Ibn Tarkhan Ibn Uzlagh al Farabi, lahir di Farab, Transoxania pada tahun 872 dan meninggal pada tahun 950 M di Damsyik. Al Farabi berpendapat bahwa alam ini baharu, terjadi dari tiada. Tuhan sebagai akal murni adalah wujud pertama, berfikir tentang dirinya sendiri. Maka lahirlah wujud kedua yang disebut akal pertama. Tingkat wujudnya adalah wujud yang terendah adalah materi abstrak, tingkat yang lebih tinggi dari itu adalah ketika materi itu menerima bentuk. Pertama yang berupa unsure-unsur seperti api, air, tanah, wujud mineral yaitu seperti emas perak, besi, tembaga. Al-Farabi dalam bukunya Ara’ al-madinatul al-fadilah,menjelaskan pendapat tentang Negara utama, ia membagi masyarakat kedalam dua macam. Pertama, masyarakat sempurna yaitu masyarakat yang mengandung keseimbangan antara unsur-unsurnya, seeperti kesemibangan yang ada dalam tubuh manusia. Kedua, masyarakat yang tidak sempurna adalah masyarakat yang bodoh dan fasik serta hanya mencari kesenangan jasmaninya saja.
3.Ibnu Sina (980-1037 M)
            Abu Ali Husein Ibn bdillah Ibn Sina pada tahun 980 M di Afshanah, dekat Bukhara dan meninggal  di Isfahan pada tahun 1037 M. di dunia barat ia dikenal dengan nama Avisena dan kemasyurannya di dunia barat sebagai dokter melampaui kemasyurannya segagai filosof.Di bidang keddokteran ia menulis bukunya al-qanun yang meliputi semua yang bertalian dengan ilmu kedokteran, seperti fisiologi, anatomi dan pengobatan. Ia mengatakan bahwa Tuhan itu adalah Al’Aqlu (akal).
b.Filsafat Scholastik Kristen
1.Masa scholastik awal (abad 9-10 M)
            Masa ini merupakan kebangkitan pemikiran abad pertengahan setelah terjadi kemerosotan pemikiran filsafat pada masa sebelumnya yang disebabkan kuat dominasi golongan gereja. Ditandai oleh pembentukan metode yang lahir karena hubungan yang rapat antara agama dan filsafat. Pengaruh alam pemikiran dari Arab mempunyai peranan penting bagi perkembangan filsafat selanjutnya. Pada tahun 800-1200, kebudayaan Islam berhasil memelihara warisan karya-karya para filsuf dan ilmuwan zaman Yunani Kuno. Kaum intelektual dan kalangan kerajaan Islam menerjemahkan karya-karya itu dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Arab. Maka, pada para pengikut Islam mendatangi Eropa (melalui Spanyol dan pulau Sisilia) terjemahan karya-karya filsuf Yunani itu, terutama karya-karya Aristoteles sampai ke dunia Barat. Dan salah seorang pemikir Islam adalah Muhammad Ibn Rushd. Namun jauh sebelum Ibn Rushd, seorang filsuf Islam bernama Ibn Sina (980-1037) berusaha membuat suatu sintesis antara aliran neo-Platonisme dan Aristotelianisme.
2.Masa scholastik keemasan (1200-1300 M)
            Secara umum, ada beberapa faktor yang menjadikan masa scholastik mencapai keemasan. Pertama, adanya pengaruh  Aristoteles, Ibn Rusyd, Ibn Sina, sejak abad ke-12 sampai abad ke-13. Kedua, tahun 1200 M didirikan Universitas Almamater di perancis. Ketiga, berdirinya ordo-ordo. Ordo-ordo inilah yang muncul karena banyaknya perhatian orang terhadap ilmu pengetahuan. Adapun tokoh yang paling terkenal pada masa ini, yaitu:
a. Albertus Magnus (1203-1280 M)
Albertus von Bolstadt mempunyai kepandaian yang luar biasa. Pola pemikirannya meniru Ibn Rusyd dalam menulis tentang aristoteles. Dalam bidang ilmu pengetahuan,ia mengadakan penelitian dalam bidang ilmu biologi dan ilmu kimia
b. Thomas Aquinas (1225-1274 M)
Thomas dari Aquino lahir di Rocca sicca, Italia. Aquinas mendasarkan filsafatnya pada kepastian adanya Tuhan. Menurutnya, eksistensi Tuhan dapat diketahui dengan akal.
3.Masa scholastic akhir (1300-1450 M)
            Pada akhir periode ini, muncul seorang pemikir dari daerah yang sekarang masuk wilayah Jerman, Nicolaus Cusanus (1401-1464 M). Ia berpendapat bahwa ada tiga cara untuk mengenal, yaitu lewat indera, akal dan intuisi. Dengan indera, kita akan mendapatkan pengetahuan tentang benda-benda berjasad, yang tidak sempurna. Dengan akal, kita akan mendapatkan bentuk-bentuk pengertian yang abstrak berdasarkan tangkapan oleh indera. Dengan intuisi, kita akan mendapatkan pengetahuan yang lebih tinggi.
            Periode skolastik Akhir ditandai dengan pemikiran islam yang berkembang ke arah nominalisme ialah aliran yang berpendapat bahwa universalisme tidak memberi petunjuk tentang aspek yang sama dan yang umum mengenai adanya sesuatu hal. Kepercayaan orang pada kemampuan rasio memberi jawaban atas masalah-masalah iman mulai berkurang. Ada semacam keyakinan bahwa iman dan pengetahuan tidak dapat disatukan. Rasio tidak dapat mempertanggungjawabkan ajaran Gereja, hanya iman yang dapat menerimanya.


DAFTAR PUSTAKA

Bertens, K.Ringkasan Sejarah Filsafat.1990.Penerbit Kanisius:Yogyakarta

No comments:
Write komentar