Senin, 12 Agustus 2013

Penyebab Batalnya Puasa

      Kali ini saya akan menulis kan hasil dari apa yang saya amati dari kurang lebih 1 bulan yang lalu, yakni tentang "Puasa di Bulan Ramadhan". Bukan Bulan Ramadhan nya, tapi saya lebih fokus pada kata "Puasa". Di sini bukan maksud saya untuk menggurui apalagi berlagak sok tau, saya hanya ingin berbagi apa yang saya punya dengan harapan semoga bermanfaat.
     Ketika kalian puasa selama 30 hari di bulan Ramadhan, saya ingin bertanya, apakah dari 30 hari tersebut anda pernah merasa tidak tahan dan ingin menghentikan/membatalkan puasa anda, mungkin karena kecapean karena kurang tidur atau istirahat atau gara-gara bergadang di malam hari.. Biasalaahh.. Bulan Ramadhan kan sekolah libur, paling tidak ya turun sekolah cuma seminggu sisanya ngapain tuh di rumah? Hehe. Atau ingin bisa juga menghentikan puasa karena cuaca yang sangat panas sekali sehingga menggoda diri anda untuk minum es nyiur,es campur,es krim, teh es pokok nya minuman yang segarlah barang 1 gelas, di tambah lagi iklan sirup/minuman segar (di larang sebut merk) di tv yang seolah-olah mengajak anda untuk minum bersama. Haha.. Saya tau, karena saya juga pernah merasakan nya.. Tergoda dengan rayuan-rayuan gombal iklan atau hati kita yang mudah sekali tergoda. Haha.
     Nah... Dari situ saya berpikir apa sih sebenarnya penyebab batalnya puasa kita itu, di pengaruhi dari faktor luar atau dari iman kita sendiri yang lemah.  Kan logika nya seperti ini "Apakah ada orang meninggal karena tidak makan atau minum selama 1 hari".? Bukan 1 hari, paling tidak ya 14 jam lah (Di Indonesia) Itu pertanyaan ekstrim. (Bagi orang-orang tertentu). Kalau di luar negeri beda lagi, bayangkan di Rusia, umat Islam yang ada di sana berpuasa mulai dari jam 01.46 ( rata-rata imsak) sampai 21.43 ( buka puasa ). Jad total waktu puasa kurang lebih 19 jam 57 menit ( 20 jam kurang 3 menit ). Bayangkan. 6 jam lebih dari kita, dan mereka tahan ko. Dan apabila terlalu lelah juga atau banyak kerjaan. Tenang saja. Menurut penelitian, berdasarkan yang di kutip pada Howstuffworks, manusia normal (dalam keadaan sehat) dapat bertahan hidup tanpa minum sampai 5 hari ( lingkungan tetap berpengaruh, jika keadaan lingkungan terlalu panas mungkin hanya sampai 3 hari ) dan bisa bertahan selama 10-14 hari tanpa makanan. Jika demikian, apa sih sebenarnya yang menyebabkan tidak tahan nya puasa seseorang. Ini hasil pengamatan saya :

    1.Rasa pesimis, sangat di pengaruhi sekali oleh pikiran kita yang biasanya penyebab datangnya rasa pesimis ini adalah kurang kuatnya niat dia awal atau kurang motivasi. Ada teman saya yang puasanya dari setelah imsak sampai jam 3 dia berhenti, hanya karena kecapean karna terlalu lama berkendara (sepeda motor) dan cuacanya juga panas ketika di jalan katanya, padahal jarak perjalanan hanya kurang lebih 100 km. Jadi apa penyebabnya? "Merasa tidak sanggup", padahal jika kita kembali ke contoh di atas secara logika pasti "bisa" kan. Ingat, pikiran sangat berpengaruh pada fisik kita. Saya, ketika bulan Ramdhan kemaren pernah beberapa hari, ketika pagi harinya skitar jam 7 pagi saya jogging kurang lebih 4 km. Tidak jauh sih. Tapi, ketika siang hari atau sorenya saya tidak mati kecapean ko. Hahah..

     2.Kurang terbukanya pikiran, jika saja kita mengetahui berapa banyak kasus kematian akibat busung lapar di dunia ini, pastilah kita merasa berutung saat ini. Ini beberapa contoh nya saja Bulan April 2013 lalu baru saja di kabarkan di Wilayah Indonesia bagian timur "Papua", 95 orang meninggal karna busung lapar dan wabah penyakit. Seperti yang di sebutkan Ketua LSM Belantara Provinsi Papua Barat, Abner Korwa kepada wartawan Selasa (2/4), mengatakan, telah terjadi kematian berturut-turut akibat busung lapar dan wabah penyakit yang terjadi sejak bulan Oktober 2012 lalu.Itu masih jumlah yang kecil, di Somalia sepanjang krisis pangan 2010 hingga 2012 terjadi 260.000 orang meninggal karna busung lapar. Jadi kembali lagi, jika hanya 14 jam kita tidak makan. Itu masih jauh dari kematian.


    3.Nafsu, mungkin sesuatu yang memang perlu usaha untuk melawan nya. Contoh sederhana adalah ketika seorang pecandu rokok yg tidak merokok selama 14 jam dan rutin selama 30 hari di kerjakan, atau pengaruh lingkungan yang memudahkan akses nafsu di jalankan, nafsu melihat roti atau kue kering di pasar misalnya.. Tapi semua itu tergantuung pribadi nya saja, jika sudah terhindar dari rasa pesimis dan pikiran kita sudah terbuka. Insyallah Nafsu yang berlebihan tidak berlaku bagi kita.
    Mungkin 3 faktor itu yang paling mempengaruhi menurut saya. Tentunya setiap pendapat orang tidak harus sama, dan pasti ada kurang lebihnya masing-masing. (y) . 
    Terima kasih sudah membaca ^_^.

Tidak ada komentar:
Write komentar