Rabu, 21 Agustus 2013

"TUGAS SMA" : Contoh Sambutan Perpisahan

Berikut adalah contoh Sambutan dari siswa yang meninggalkan pada acara perpisahan. Mungkin bermanfaat bagi anda yang membutuhkan.
Bisa download data nya (klik di sini) .
Atau bisa langsung baca . . .


Assalamualaikum Wr.Wb

     Yth Bapak Kepalas Dinas Pendidikan Hulu Sungai Selatan atau yang mewakili
     Yth Bapak Ketua Komite SMA Negeri 1 Kandangan atau yang mewakili
     Yth Bapak Kepala SMA Negeri 1 Kandangan
     Yth. Dewan Guru, Staf Tata Usaha SMAN 1 Kandangan
     Teman-teman serta adik-adik yang berbahagia

     Pertama Tama , marilah ktia panjatkan puji dan syukur keharibaan Allah SWT yang mana atas rahmat dan karunianya jualah kita berada dan dapat berkumpul di acara perpisahan ini tanpa kurang suatu apapun. Tak Lupa pula salawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW.
     27 Mei 2013, Alhamdulillah kita dapat melaksanakan perpisahan Kelas XII SMA Negeri 1 Kandangan. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk berbicara disini. Terimakasih kepada seluruh pengurus OSIS/MPK yang telah melaksanakan acara begitu meriah seperti sekarang ini. 
Sebuah ungkapan yang tak asing lagi bagi kita, “dimana ada pertemuan, pasti ada perpisahan”. Tiga tahun yang lalu kita bertemu di tempat ini, dan ditempat ini pulalah kita berpisah. Inilah takdir manusia yang tak terelakkan. Kita tak bisa melawan waktu. Dan sekarang kita sudah berada diujung Masa SMA kita dan sudah siap melepas tettle sebagai siswa SMA.
     Mungkin diantara teman teman sekalian pastilah berbahagia karena lulus dari sekolah ini, tapi dibenak kita, di dalam hati kecil kita, pasti akan ada rasa sedih karena kita akan meninggalkan SMAN 1 Kandangan yang tercinta ini. Walaupun wujudnya berbeda beda, pastilah kita telah mengalami masa yang indah disini.
Terima kasih yang seluas-luasnya kepada bapak ibu guru dan  seluruh pihak sekolah , yang telah mendidik, membimbing, membina dan mengajarkan kami ilmu, pengetahuan, wawasan dan arti sebuah perjuangan, hingga sampai mengantarkan kami pada gerbang ini untuk menuju masa depan kami.. Terimakasih telah menjadi teladan dan memberikan kami pelajaran hidup yang sangat berarti. Semoga beliau sekalian selalu diberikan kesehatan dan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT.
     Terimakasih juga kepada teman teman satu perjuangan yang telah berjalan bersama sama selama ini, kedepan berjuanglah terus dan jagalah almameter kita SMAN 1 Kandangan dimanapun kita berada kelak. 
Selama 3 tahun kami bersekolah disini, saya atas nama siswa siswi kelas XII SMAN 1 Kandangan mengucapkan mohon maaf yang sedalam-dalamnya, apabila terdapat kata-kata, perbuatan maupun tingkah laku kami yang tidak berkenan dihati bapak ibu guru baik yang sengaja maupun yang tidak sengaja.
    Kepada adik adik sekalian teruskan lah perjuangan kami untuk menjadikan sekolah ini selalu yang terbaik.. Ambillah apa yang baik dari kami dan tinggalkan apa yang buruk dari kami. Dan kami berpesan kepada kalian untuk belajar lebih giat dan berikan prestasi yang membanggakan dan mengharumkan orang tua, sekolah kita, dan juga hormatilah bapak ibu guru yang telah mendidik, membimbing, membina dan mengajarkan kalian.
   Mudah-mudahan perpisahan ini bisa menambah erat solidaritas dan silaturrahmi kita, dan semoga perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya ”capailah cita-citamu setinggi langit” agar dapat meraih kehidupan yang lebih baik dimasa depan. Mudah-mudahan apa yang kita dapatkan disini bisa menjadi ilmu yang insya Allah akan bermanfaat bagi nusa, bangsa dan agama serta berguna bagi diri kita sendiri...
    Demikian, terima kasih atas segala perhatian, mohon maaf atas segala kekurangan.

Wassalamuaaikum.Wr.Wb

Senin, 12 Agustus 2013

Penyebab Batalnya Puasa

      Kali ini saya akan menulis kan hasil dari apa yang saya amati dari kurang lebih 1 bulan yang lalu, yakni tentang "Puasa di Bulan Ramadhan". Bukan Bulan Ramadhan nya, tapi saya lebih fokus pada kata "Puasa". Di sini bukan maksud saya untuk menggurui apalagi berlagak sok tau, saya hanya ingin berbagi apa yang saya punya dengan harapan semoga bermanfaat.
     Ketika kalian puasa selama 30 hari di bulan Ramadhan, saya ingin bertanya, apakah dari 30 hari tersebut anda pernah merasa tidak tahan dan ingin menghentikan/membatalkan puasa anda, mungkin karena kecapean karena kurang tidur atau istirahat atau gara-gara bergadang di malam hari.. Biasalaahh.. Bulan Ramadhan kan sekolah libur, paling tidak ya turun sekolah cuma seminggu sisanya ngapain tuh di rumah? Hehe. Atau ingin bisa juga menghentikan puasa karena cuaca yang sangat panas sekali sehingga menggoda diri anda untuk minum es nyiur,es campur,es krim, teh es pokok nya minuman yang segarlah barang 1 gelas, di tambah lagi iklan sirup/minuman segar (di larang sebut merk) di tv yang seolah-olah mengajak anda untuk minum bersama. Haha.. Saya tau, karena saya juga pernah merasakan nya.. Tergoda dengan rayuan-rayuan gombal iklan atau hati kita yang mudah sekali tergoda. Haha.
     Nah... Dari situ saya berpikir apa sih sebenarnya penyebab batalnya puasa kita itu, di pengaruhi dari faktor luar atau dari iman kita sendiri yang lemah.  Kan logika nya seperti ini "Apakah ada orang meninggal karena tidak makan atau minum selama 1 hari".? Bukan 1 hari, paling tidak ya 14 jam lah (Di Indonesia) Itu pertanyaan ekstrim. (Bagi orang-orang tertentu). Kalau di luar negeri beda lagi, bayangkan di Rusia, umat Islam yang ada di sana berpuasa mulai dari jam 01.46 ( rata-rata imsak) sampai 21.43 ( buka puasa ). Jad total waktu puasa kurang lebih 19 jam 57 menit ( 20 jam kurang 3 menit ). Bayangkan. 6 jam lebih dari kita, dan mereka tahan ko. Dan apabila terlalu lelah juga atau banyak kerjaan. Tenang saja. Menurut penelitian, berdasarkan yang di kutip pada Howstuffworks, manusia normal (dalam keadaan sehat) dapat bertahan hidup tanpa minum sampai 5 hari ( lingkungan tetap berpengaruh, jika keadaan lingkungan terlalu panas mungkin hanya sampai 3 hari ) dan bisa bertahan selama 10-14 hari tanpa makanan. Jika demikian, apa sih sebenarnya yang menyebabkan tidak tahan nya puasa seseorang. Ini hasil pengamatan saya :

    1.Rasa pesimis, sangat di pengaruhi sekali oleh pikiran kita yang biasanya penyebab datangnya rasa pesimis ini adalah kurang kuatnya niat dia awal atau kurang motivasi. Ada teman saya yang puasanya dari setelah imsak sampai jam 3 dia berhenti, hanya karena kecapean karna terlalu lama berkendara (sepeda motor) dan cuacanya juga panas ketika di jalan katanya, padahal jarak perjalanan hanya kurang lebih 100 km. Jadi apa penyebabnya? "Merasa tidak sanggup", padahal jika kita kembali ke contoh di atas secara logika pasti "bisa" kan. Ingat, pikiran sangat berpengaruh pada fisik kita. Saya, ketika bulan Ramdhan kemaren pernah beberapa hari, ketika pagi harinya skitar jam 7 pagi saya jogging kurang lebih 4 km. Tidak jauh sih. Tapi, ketika siang hari atau sorenya saya tidak mati kecapean ko. Hahah..

     2.Kurang terbukanya pikiran, jika saja kita mengetahui berapa banyak kasus kematian akibat busung lapar di dunia ini, pastilah kita merasa berutung saat ini. Ini beberapa contoh nya saja Bulan April 2013 lalu baru saja di kabarkan di Wilayah Indonesia bagian timur "Papua", 95 orang meninggal karna busung lapar dan wabah penyakit. Seperti yang di sebutkan Ketua LSM Belantara Provinsi Papua Barat, Abner Korwa kepada wartawan Selasa (2/4), mengatakan, telah terjadi kematian berturut-turut akibat busung lapar dan wabah penyakit yang terjadi sejak bulan Oktober 2012 lalu.Itu masih jumlah yang kecil, di Somalia sepanjang krisis pangan 2010 hingga 2012 terjadi 260.000 orang meninggal karna busung lapar. Jadi kembali lagi, jika hanya 14 jam kita tidak makan. Itu masih jauh dari kematian.


    3.Nafsu, mungkin sesuatu yang memang perlu usaha untuk melawan nya. Contoh sederhana adalah ketika seorang pecandu rokok yg tidak merokok selama 14 jam dan rutin selama 30 hari di kerjakan, atau pengaruh lingkungan yang memudahkan akses nafsu di jalankan, nafsu melihat roti atau kue kering di pasar misalnya.. Tapi semua itu tergantuung pribadi nya saja, jika sudah terhindar dari rasa pesimis dan pikiran kita sudah terbuka. Insyallah Nafsu yang berlebihan tidak berlaku bagi kita.
    Mungkin 3 faktor itu yang paling mempengaruhi menurut saya. Tentunya setiap pendapat orang tidak harus sama, dan pasti ada kurang lebihnya masing-masing. (y) . 
    Terima kasih sudah membaca ^_^.

Rabu, 07 Agustus 2013

Hari Raya Idul Fitri 1434 H

     Kenapa harus di rayakan? Ya hruuss, karna malam ini dan sampai besok petang adalah merupakan hari kemenangan kita dari perjuangan satu bulan sebelumnya. Perjuangan melawan hawa nafsu. Memang sdikit berbeda dgn Zaman Rasulullah SAW (sdikit flashback). Pada Zaman Rasulullah, Hari Raya Idul Fitri di Rayakan pertama kali seusai Perang badar, 319 kaum muslimin melawan 1000 org kafir yg di menangkan oleh umat Islam. Dan hari kemenangan perang itu bertepatan dgn berakhirnya Bulan Ramadhan. Pada saat itu, ketika Rasulullah sholat Idul Fitri, badan Beliau pun masih dalam keadaan sedikit luka. Beliau mencari tanah lapang utk Sholat Idul Fitri Bersama. (kembali ke zaman skrang). Perjuangan yg telah kita usahakan memang wajar lah utk di rayakan, namun dgn cara yg swajarnya (mnurut saya). Dgn hari kemenangn kita, maka pastilah kita kembali Fitrah. Dan sudah sepatutnya membersihkan diri dari sgala kesalahan yg pernah di perbuat. Maka dari itu.
     Saya "Jainal Ilmi" beserta keluarga besar, mengucapkan Minal Aidin Wal FaIdzin, Mohon Maap lahir dan batin. Semoga puasa dan segala amal ibadah kita 1 bulan ini mendapat berkah dari Allah SWT dan semoga kita di panjangkan umur utk bisa bertemu Bulan Ramadhan di tahun yg akan datang. Amin Amin ya Robbal Alamin..

Minggu, 04 Agustus 2013

Gagal Jadi Dokter?! Mungkin Bukan Jalannya.

     Baiklah.. Kita mulai dari mana ya..? Banyak yang ingin saya ceritakan tentang sedikit pengalaman hidup yang saya dapatkan beberapa hari yang lalu, tepatnya sih baru satu hari yang lalu. Ya.Kemaren, hari minggu tanggal 4 Agustus 2013 atau bertetpatan dengan hari ke 27 bulan Ramadhan. Banyak hikmah dan kejadian yang saya dapatkan, memang bagi sebagian orang "mungkin" cerita saya ini terlihat biasa saja atau wajar atau biasaaalaahh.. garam kehidupan. Tapi, bagi saya ini merupakan pelajaran berharga yang membuat saya sadar akan arti kehidupan..

     Oke.. Kita mulai. #santai tapi serius ya# Assalamualaikum.Wr.Wb. Terima kasih teman sudah meluang kan waktu nya untuk membaca blog saya hari ini. Mudah-mudahan bermanfaat.. Saya terdorong membuat tulisan ini karena banyak teman-teman saya bertanya ketika pengumuman SENYUM (Seleksinya Unlam Mandiri atau in english *Smile atau ^_^ ). Hehe. "Gimana Nal hasil tes elu..? Lulus Ngga?". Saya sangat menghargai itu yang pada akhirnya timbul pertanyaan saya kepada diri saya sendiri. "Kenapa aku bisa tidak lulus di Fakultas Kedokteran Unlam".? Cita-cita yang sudah ku rakit sejak aku duduk di bangku SMA kelas X. "I wanna be docter". "Kenapa? Berapa banyak sudah pengorbanan waktu yang terbuang? Tenaga yang terkuras? Uang yang di pakai? Kenapa aku tidak lulus juga? Kenapa Tuhan? Apa salah ku? Pertanyaan ku semakin menjadi-jadi. Yang aku senidiri pun tidak bisa menjawab semuanya. 
Dari semua jalur tes yang aku ikuti selalu saja gagal, dari jalur SNMPTN 2013=Seleksi nilai raport, gagal karena "wrong strategy", untungnya saya menyadari dari awal, saya tidak bisa terlalu berharap di tes ini, karna nilai raport saya? Cukup seperti pegunungan, #naik naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali, turun turun ke lembah gunung, rendah-rendah seklai.. Haha. Nyanyi kan saya. Tidak!Tidak itu bercanda saja. Lumayan lah, tetap di syukuri, karna tetap bisa merasakan Ranking 1 waktu kelas X. Tapi, pasti kan saingan juga punya nilai yang tinggi-tinggi dan popularitas sekolah yang mendukung. Tau kan sekolah di kampung sama di kota sama di luar negri itu jelas beda. 
     Tes yang ke2 SBMPTN (Juni), saya ikut Bimbingan Belajar selama 2 bulan, saya mati-matian belajar, tiap malam ngopi buat belajar, pagi-sore-malam belajar dan belajar terus, belajar TPA (Tes Potensi Akademik) belajar Kemampuan Dasar yang di Ujikan (Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris) dan kemampuan IPA. Dan ketika pengumuman masih juga gagal, malah di terima di Universitas yang bukan tujuan saya.
     Terus ketika tes yang ke3 SENYUM (Juli), masih saja gagal, memang ada cerita di balik kegagalan saya yang ketiga ini, saya mengikuti tes ini 1 hari setelah saya mengikuti kegiatan Pembinaan Karakter dari satu Kampus, saya langsung menuju Unlam, dari luar Pulau menuju Banjarmasin. Mungkin karna Faktor fisik dan mental sehingga tes yang saya kerjakan kurang maksimal, atau saingan dari tes saya yang terlalu pintar,jenius,cerdas (mungkin) sehingga dengan sukses menggugurkan saya ke dalam lembah juraaang penderitaan ketidak berhasilan mengabulkan cita-cita ( Oh.. Noo.. Lebay. Haha) . Atau bisa juga karna faktor X$X, yang 80% saya meyakini ini penyebab nya, faktor yang tidak boleh di sebutkan, memang tidak ada yg bisa di salahkan di faktor ini. "I hope u can understand without my explain". .
     Tapi, bukan itu inti nya, dari sini saya mendapatkan sebuah pelajaran berharga dari kegagalan saya, saya juga lebih mengenal diri saya. Apa itu..? Ya. "Persistance" ( in banjar language it's mean that "Cangkal" , you know what's i mean?. Cangkal bukan Sangkal ya). Saya bisa menilai diri saya bahwa ternyata saya itu sudah menjadi orang yang "Persistance" meskipun pada akhirnya gagal, tapi saya bangga dengan diri saya yang sperti itu,  bagaimana dgn anda sudah menjadi orang yang persistance? berjuang dan terus berjuang demi mencapai cita-cita yang saya inginkan, pakai jalan yang memang benar-benar menggunakan apa yang kau punya. Saya teringat apa yang teman saya katakan ketika 2 hari sebelum pengumuman SENYUM. "Ga cape Lu nal, ikut tes terus buat lulus jadi dokter umum". Heheh. Saya cuma tertawa (banjar >> takurihing)
Itu pelajaran pertama.
     Yang kedua, saya di ajarkan untuk Ikhlas, ya.. Mau apalagi? Tidak lulus ya tidak lulus, saya nangis atau gantung diri juga tidak bisa merubah kata "Maap anda tidak lulus" di pengumuman menjadi "Selamat.. Anda lulus dan di terima di Fakultas Kedokteran Unlam". Tidak bisa berubah kan. Jika memang cara atau jalan untuk mendapatkan nya sudah tidak ada lagi. Ya Sudah.. Ikhlas... Mungkin ada jalan lain menuju sukses, terimalah apa yang ada. Untuk menjadi orang sukses, tidak harus menjadi Dokter kan.? Itu intinya yang saya dapatkan dari kegagalan saya. "Dan sekarang kamu lulus di Psikologi Nal, ketika pintu Psikologi di buka, mungkin Tuhan membukakan jalan yang lebih lebar untuk menuju gunung emas". (Pikiran saya dalam hati seperti itu). Oh.. Iya. Saya jadi teringat kata-kata yang saya baca dari sebuah jejaring sosial "Kata Dosen saya Profesi Dokter itu lama kelamaan bakal Madesu". Mungkin itu benar atau mungkin juga salah, yang jelas pesan saya kepada teman-teman yang sudah lulus dan menempuh kuliah di bidang kedokteran haruss semangat. Tapi, bagi saya kata-kata itu mungkin petunjuk untuk saya, agar mencoba untuk mengikhlaskan cita-cita saya.
    Ketiga, ini yang penting, satu kata "teman". Dari sini saya merasakan kepedulian yang luar biasa dari teman-teman saya. Sepanjang hari ketika pengumuman di tanggal 5 Agustus kemaren saya di tanyai teman saya tentang kelulusan saya di Kedokteran. Ada juga yang memberi semangat karna kegagalan saya. Dan mungkin dengan cara menulis ini saya bisa menghargai mereka. Ternyata itu yang di namakan teman ya, teman bagi saya adalah sinonim dari rasa kepedulian yang kita dapatkan. Teman? Sangat berharga, mungkin jika tidak ada yang memberi semangat ketika saya gagal, malas rasa nya untuk kuliah di bidang yang lain dan akan lebih buruk lagi ceritanya. Mungkin saya berlebihan, tapi suatu saat nanti kalian pasti akan merasakan arti sebuah teman, atau mungkin ada yang sudah menemukan? Heheh.

    Juga buat orang tua saya, "Maap Pa.. Bu.. Anakmu ini tidak bisa menjadi Dokter, tapi saya pasti kan kalian tetap bisa melihat kesuksesan saya di masa depan nanti"